Ia menjelaskan, keberhasilan festival ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang ikut mendukung.
Imat menyebut, lewat kegiatan festival ini menjadi bukti semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan acara.
“Masyarakat, sekolah, pemerintah kecamatan, hingga pelaku UMKM, industri perumahan, industri makanan siap saji, serta industri minuman serbuk seperti kopi semua ikut terlibat. Inilah bukti semangat gotong-royong yang luar biasa,” tambahnya.
Selain sebagai ajang edukatif, Festival Sadanta Edukasi juga menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan di tengah meningkatnya isu pencemaran plastik.
Seluruh kegiatan di festival ini dilakukan tanpa penggunaan plastik sekali pakai, mulai dari wadah makanan, alat lomba, hingga dekorasi acara.
Imat berharap, kegiatan positif ini bisa menjadi tradisi tahunan di Kampung Iklim Sadanta.
“Tahun depan kami ingin menghadirkan lebih banyak lomba edukatif, dongeng tematik, serta penghargaan bagi tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Kami ingin festival ini menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya di Kampung Iklim Sadanta Edukasi,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, para peserta dan pengunjung diajak menanam bibit pohon di sekitar area kampung sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Suasana hangat, canda tawa anak-anak, serta semangat warga menjadi penutup yang manis bagi Festival Sadanta Edukasi 2025.
Melalui acara ini, pesan penting tersampaikan yaitu menjaga lingkungan tak harus dilakukan dengan cara yang rumit.
Lewat kegiatan sederhana dan penuh keceriaan, anak-anak sudah bisa belajar mencintai bumi dan menumbuhkan kepedulian sejak dini.

