Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » FIFA Dorong Inggris Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2038

FIFA Dorong Inggris Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2038

FIFA secara terbuka mendesak Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk mengajukan tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Mimpi para penggemar sepak bola Inggris untuk kembali menyaksikan Piala Dunia di tanah air mereka mendapat angin segar. Kepala badan sepak bola dunia (FIFA) secara terbuka mendesak Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk mengajukan tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Dukungan kuat ini datang dari Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani, yang menilai sudah saatnya turnamen akbar tersebut kembali ke “rumah sepak bola”.

Inggris Raya baru sekali menjadi tuan rumah Piala Dunia, tepatnya pada tahun 1966, di mana mereka juga berhasil meraih satu-satunya gelar juara. Sejak saat itu, FIFA menerapkan sistem rotasi tuan rumah antar benua setiap 12 tahun. Setelah Qatar menjadi tuan rumah edisi terakhir, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat akan berbagi kehormatan pada tahun 2026, diikuti oleh Maroko, Portugal, dan Spanyol pada tahun 2030 (dengan laga peringatan di Argentina, Paraguay, dan Uruguay). Arab Saudi bahkan telah dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Namun, Montagliani merasa bahwa giliran Inggris Raya untuk kembali menggelar pesta sepak bola dunia sudah tiba. Berbicara kepada The Times, ia menyatakan, “Saya tidak melihat alasan mengapa, bukan hanya Inggris tetapi seluruh Britania Raya tidak boleh menjadi tuan rumah Piala Dunia. Saya pikir itu akan menjadi Piala Dunia yang fantastis dan saya pikir mereka harus serius mempertimbangkan untuk mengajukan diri. Kita semua tahu betapa berartinya sepak bola di Inggris Raya dan saya pikir sudah waktunya.”

Dorongan dari petinggi FIFA ini tentu menjadi angin segar bagi para suporter Inggris yang telah lama merindukan atmosfer Piala Dunia di kandang sendiri. Inggris sebelumnya pernah mencoba mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 dan 2018, namun sayangnya gagal dalam kedua kesempatan tersebut.

Montagliani juga menyinggung kritik terhadap proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia selama beberapa tahun terakhir, di mana beberapa federasi menghabiskan dana besar namun gagal. Ia berpendapat bahwa sistem rotasi saat ini adalah cara yang paling adil.

“Saya mendukung apa yang telah kita lakukan dalam sejarah baru-baru ini, saya pikir itu satu-satunya cara. Sekarang keputusan itu seharusnya tidak hanya menjadi keputusan presiden FIFA sendiri, ia memiliki dewan, ia memiliki komite,” jelasnya.

Lebih lanjut, Montagliani menekankan pentingnya Piala Dunia bagi keuangan FIFA, yang sebagian besar keuntungannya kemudian disalurkan kembali ke negara-negara anggota untuk pengembangan sepak bola.

“Kenyataannya adalah bahwa Piala Dunia menghasilkan 80 hingga 90 persen pendapatan FIFA, yang kemudian mengirimkan 80 persen dari itu kembali kepada anggotanya untuk pengembangan sepak bola. Dan jika FIFA tidak menghasilkan uang itu, ada sejumlah besar dari 211 negara yang tidak memiliki dana untuk mengembangkan sepak bola,” pungkasnya.

Dengan dukungan kuat dari FIFA, kini bola berada di tangan FA untuk mempertimbangkan secara serius tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Jika langkah ini diambil, para penggemar sepak bola di Inggris Raya berpeluang besar untuk kembali merasakan gegap gempita turnamen sepak bola terbesar di dunia di tanah air mereka sendiri.