GELUMPAI.ID – Francesco Bagnaia mengalami akhir pekan yang kelam di MotoGP Catalunya 2025 setelah mencatatkan hasil kualifikasi terburuknya dalam 70 balapan terakhir.
Rider Ducati itu gagal menembus Q2 dan hanya mampu finis di P11 pada sesi Q1, sehingga akan memulai Sprint Barcelona dan Grand Prix Catalunya dari posisi 21.
Catatan ini menjadi yang terburuk sejak GP Portugal 2022, ketika Bagnaia tak sempat mencatatkan waktu akibat kecelakaan di trek basah Portimao.
Bedanya, kali ini bukan kecelakaan, melainkan murni masalah kecepatan. Catatan waktunya 1:38.530, lebih lambat dari Fabio Quartararo yang memimpin Q1 dengan 1:37.906.
Yang bikin semakin memprihatinkan, Bagnaia bahkan kalah jauh dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang berhasil start dari P3 setelah mencatat 1:37.945 di Q2.
Bandingkan pula dengan Fabio Di Giannantonio, sesama pengguna Ducati GP25, yang berhasil menembus Q2 dengan selisih 0,139 detik dari Quartararo.
Eks juara dunia Superbike Neil Hodgson menyoroti gaya balap Bagnaia yang terlihat terlalu berhati-hati, terutama saat masuk ke Tikungan 1.
“Quartararo terlihat benar-benar berada di limit, motornya sampai melayang tapi tetap bisa dikendalikan. Sedangkan Bagnaia terlihat seperti masih dalam out-lap. Dia tidak punya rasa percaya pada motornya,” ujar Hodgson di TNT Sports 2.
Masalah pengereman yang menghantui Bagnaia sepanjang musim disebut-sebut jadi penyebab utama.
Seakan belum cukup, situasi makin tak mengenakkan karena CEO Ducati Claudio Domenicali hadir langsung di Barcelona.
Hodgson menilai ini justru jadi tekanan tambahan.
“Hal terakhir yang dibutuhkan Bagnaia setelah kualifikasi buruk adalah melihat Domenicali di garasi. Dia sangat langsung dan tidak suka buang kata-kata,” tegas Hodgson.
Musim 2025 memang jauh dari kata ideal bagi juara dunia dua kali ini.
Bagnaia sudah tertinggal 227 poin dari Marc Marquez di klasemen pembalap, dan 52 poin di belakang Alex Marquez.
Ia bahkan belum naik podium sejak GP Jerman, hanya finis P4 di Ceko, P8 di Austria, dan P9 di Hungaria.

