Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Gagal Bersinar! 4 Pembalap F1 Ini Bikin Kaget

Gagal Bersinar! 4 Pembalap F1 Ini Bikin Kaget

GELUMPAI.ID — Musim Formula 1 2025 jadi panggung penuh sorotan bagi para pembalap. Dengan semua tim mampu mencetak poin, performa buruk tak bisa lagi disembunyikan.

Empat nama pun mencuri perhatian, tapi bukan karena prestasi. Mereka justru jadi bahan pembicaraan karena performa yang dianggap jauh dari ekspektasi.

Nama pertama, Liam Lawson. Setelah gagal total di GP China dan start dari posisi terakhir, Red Bull langsung memindahkannya ke tim sekunder.

Menurut laporan dari CRASH, performa Lawson kalah jauh dari rekan setimnya, Isack Hadjar.

Di seri Jepang hingga Bahrain, Hadjar terus unggul. Meski menunjukkan sedikit peningkatan di Jeddah, Lawson tetap belum mencetak satu pun poin musim ini.

Berikutnya, Fernando Alonso. Musim ini jadi awal terburuk sejak ia membalap untuk McLaren-Honda pada 2017.

Walau mobil AMR25 dikenal lambat, rekan setimnya, Lance Stroll, tampil solid dan konsisten.

Kesempatan terbaik Alonso di Australia justru berakhir dengan kecelakaan saat hujan deras. Di China, ia harus keluar karena masalah rem.

Meski nyaris meraih poin di Jepang dan Arab Saudi, pengakuannya bahwa musim ini mungkin tak akan masuk 10 besar cukup membuat Aston Martin khawatir.

Di posisi ketiga, ada Jack Doohan. Pembalap Alpine ini belum meyakinkan sejak awal.

Alpine sendiri sempat dikabarkan tidak sepenuhnya percaya pada Doohan, bahkan menyiapkan Franco Colapinto sebagai cadangan.

Di Suzuka, ia gagal menutup DRS saat latihan, menghancurkan akhir pekannya sendiri. Tambahan empat poin penalti di GP China juga memperburuk catatannya.

Meski sempat mengejutkan dengan kualifikasi ke-11 di Bahrain, performanya tetap di bawah Pierre Gasly, yang start dari baris kedua.

Terakhir, Lewis Hamilton. Perpindahan besarnya ke Ferrari di awal musim penuh euforia, tapi hasilnya belum sepadan.

Kemenangan di sprint race GP China jadi satu-satunya sorotan. Selebihnya, performanya tampak tenggelam di tengah dominasi Leclerc.

Di Jeddah, Hamilton hanya finis ketujuh, terpaut lebih dari 30 detik dari Leclerc yang naik podium. Situasi ini mengingatkan pada akhir kariernya di Mercedes, saat ia sulit mengimbangi George Russell.

Laman: 1 2