Terakhir, terkait arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menteri Rini menyebutkan efisiensi anggaran bukan hambatan. Menurutnya, sesuai dengan core values ASN BerAKHLAK, ASN dapat memanfaatkan peluang ini untuk bekerja lebih cerdas dan lebih berinovasi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto mengibaratkan bahwa ASN seperti mobil yang memiliki sistem. Menurutnya, jika mobil tersebut mogok, banyak cara untuk memperbaikinya. “Satu fenomena tindakannya berbeda-beda, untuk itu harus kreatif mencari sumber, dan identifikasi masalahanya apa, terkait reformasi birokrasinya, atau pelayanan publiknya, dan mungkin dapat diperbaiki di tempat,” ujarnya.
Sementara itu salah satu perwakilan Abdimuda Indonesia dari Badan Gizi Nasional M. Affin Bahtiar menyampaikan beberapa isu terkini mengenai kebijakan ASN. Ia menyampaikan ruang diskusi tersebut dapat menjadi sarana dalam menyampaikan aspirasi, serta saran untuk perbaikan kedepan.
Affin juga menyampaikan, ke depan Abdimuda dapat menjadi partner serta berkolaborasi sehingga reformasi birokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan baik. “Ini adalah bukti bahwa ASN terutama pemerintahan sangat terbuka terhadap dialog-dialog untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi dan ASN generasi muda adalah elemen-elemen penting yang sangat dihargai,” pungkasnya.

