GELUMPAI.ID – Max Verstappen menegaskan tidak akan mengubah gaya balapnya, meskipun ancaman larangan satu balapan di musim 2025 mulai membayangi.
Pembalap Red Bull ini saat ini memiliki delapan poin penalti di FIA Super Licence-nya. Jika ia mendapat tambahan empat poin lagi, larangan balapan otomatis akan berlaku. Poin penalti tersebut berkurang secara bertahap, dengan dua poin pertama baru akan kedaluwarsa pada 30 Juni.
“Saya nggak akan mengubah gaya balap saya hanya karena itu,” kata Verstappen kepada Blick. “Saya tahu kapan saya terlalu berlebihan, seperti saat final di Abu Dhabi ketika saya menyerang Piastri. Setelah balapan, saya nggak masalah minta maaf kepadanya.”
Verstappen juga mengomentari konsistensi hukuman yang diberikan steward. “Kita bisa bahas penalti-penalti ini selama berjam-jam. Tapi, saya nggak bakal ubah gaya balap saya.”
Sikap tegas Verstappen ini juga diakui oleh penasihat Red Bull, Helmut Marko. Ia mengingatkan bahwa Verstappen perlu berhati-hati agar tidak melewati batas.
“Dia sekarang punya delapan poin penalti, jadi kami harus hati-hati,” ujar Marko kepada Sky Deutschland. “Masalahnya, beberapa steward memberi hukuman lebih berat dari yang lain. Konsistensi perlu ditingkatkan.”
Verstappen meraih poin penalti ini akibat sejumlah insiden, seperti tabrakan dengan Lando Norris di GP Austria, memaksa Norris keluar lintasan di GP Mexico City, hingga pelanggaran VSC di GP Sao Paulo.
Sementara itu, rivalnya, Fernando Alonso dari Aston Martin, juga memiliki delapan poin penalti, membuat mereka berdua harus ekstra waspada memasuki musim baru.
Sumber: CRASH

