GELUMPAI.ID — Jepang tengah mempertimbangkan untuk meninjau ulang standar keselamatan mobilnya dalam upaya untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Presiden AS, Donald Trump.
Langkah ini menyusul dimulainya pembicaraan tarif oleh negosiator utama Jepang, Ryosei Akazawa, yang bertemu dengan pihak AS di Washington pekan lalu. Persiapan juga tengah dilakukan untuk putaran kedua negosiasi.
Pabrikan mobil AS telah lama mengeluhkan hambatan non-tarif yang menghalangi akses mereka ke pasar Jepang, termasuk standar keselamatan yang ketat.
Laporan oleh Perwakilan Perdagangan AS bulan lalu menyebutkan bahwa Jepang tidak menerima sertifikasi standar keselamatan AS yang dianggap setara dengan standar mereka sendiri, serta protokol pengujian yang unik dan hambatan dalam membangun jaringan distribusi dan layanan.
Menurut laporan Nikkei, Pemerintah Perdana Menteri Shigeru Ishiba percaya ada ruang untuk melonggarkan beberapa kriteria keselamatan di Jepang, seperti peraturan terkait pengujian keselamatan tabrakan.
Jepang sedang berusaha mencari langkah tawar yang tepat dalam pembicaraannya dengan Washington, seiring dengan upaya untuk menurunkan tarif 24% yang telah sementara dikurangi menjadi 10%. Seperti negara lain, Jepang juga menghadapi tarif 25% untuk pengiriman mobil, baja, dan aluminium.
Laporan hari Minggu juga menyebutkan bahwa Jepang sedang mencari cara untuk meningkatkan impor beras sebagai bagian dari strategi negosiasinya.
Dengan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang akan dimulai minggu ini di Washington, Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, sedang mempersiapkan pertemuan dengan Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, pada 24 April.
Pertemuan ini memunculkan spekulasi bahwa kelemahan yen mungkin akan menjadi topik dalam pembicaraan mengenai kesepakatan bilateral.
Sumber: Japan Times

