Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » George Russell Yakin Bisa Raih Dua Gelar Juara Dunia Jika Gabung Mercedes Lebih Cepat

George Russell Yakin Bisa Raih Dua Gelar Juara Dunia Jika Gabung Mercedes Lebih Cepat

GELUMPAI.ID – George Russell percaya dirinya bisa menjadi juara dunia Formula 1 dua kali jika bergabung dengan Mercedes pada siklus regulasi sebelumnya.

Russell naik ke F1 pada 2019 setelah meraih gelar juara beruntun di Formula 2 dan Formula 3 bersama ART. Ia menghabiskan tiga tahun belajar di tim Williams sebelum akhirnya mendapat kursi utama di Mercedes, tim yang sudah mendukungnya sejak awal karier junior.

Namun, langkah Russell ke Mercedes pada 2022 bertepatan dengan menurunnya performa tim, yang gagal memaksimalkan regulasi ground-effect baru seperti Red Bull dan McLaren.

Meski begitu, pebalap asal Inggris ini tetap tampil gemilang dengan tiga kemenangan dan mengungguli Lewis Hamilton dalam dua dari tiga tahun mereka sebagai rekan setim.

Menurut laporan dari CRASH, Russell yang kini berusia 27 tahun merasa ia bisa meraih lebih banyak kesuksesan jika bergabung saat era dominasi Mercedes pada akhir 2010-an dan awal 2020-an.

“Menjadi rekan setim juara dunia tujuh kali selama tiga tahun bukan hal mudah,” ujar Russell kepada The Athletic.

“Dulu, jika kamu finis lebih dulu dari Lewis Hamilton dalam kejuaraan atau balapan, kamu otomatis jadi pemenang. Jika saya datang lima tahun lebih awal, bisa dibilang saya sudah punya dua gelar juara dunia.”

Hamilton meninggalkan Mercedes dengan sisa kontrak satu tahun untuk bergabung dengan Ferrari pada 2025, menjadikan Russell pemimpin resmi tim asal Brackley itu.

Russell kini ditemani oleh rookie berusia 18 tahun, Andrea Kimi Antonelli, yang menciptakan dinamika menarik di dalam tim.

Meski begitu, Russell menegaskan kehadiran rekan setim baru tidak mengubah pendekatannya tahun ini.

“Saya hanya menjalani rutinitas seperti beberapa tahun terakhir,” katanya.

“Saya bekerja dengan tim insinyur dan mekanik yang sama.”

“Jelas, Lewis adalah sosok besar yang kehadirannya sangat terasa, tapi dalam keseharian, tidak ada yang berubah.”

“Saya duduk di meja saya di depan komputer, melakukan pemanasan di kamar, masuk ke mobil balap, dan memakai helm. Saya ingin mengendalikan nasib saya sendiri terlebih dahulu.”