Bisnis & Ekonomi
Beranda » Bisnis & Ekonomi » GNPIP 2025 di Banten, Sinergi BI dan Pemprov Tekan Inflasi Lewat Pertanian Modern

GNPIP 2025 di Banten, Sinergi BI dan Pemprov Tekan Inflasi Lewat Pertanian Modern

GELUMPAI.ID – Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2025 Provinsi Banten di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Rabu 29 Oktober 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Penguatan Sarana Prasarana dan Pemanfaatan Teknologi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional.”

Kegiatan GNPIP menjadi salah satu langkah strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan inflasi bahan pangan di Banten, khususnya pada komoditas beras, cabai, dan bawang yang selama ini menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga inflasi di tingkat daerah agar tetap pada batas normal dan moderat melalui peningkatan produksi serta efisiensi distribusi pangan.

“Hari ini kita berada di Kabupaten Tangerang, langsung menukik tajam bagaimana kita saksikan langkah-langkah nyata BI Perwakilan Banten pada beberapa komoditas. Sama-sama kita ketahui bahwa ada tiga komoditas yang masih menjadi masalah untuk inflasi di Banten, yaitu cabai, bawang, dan beras,” ujar Agus.

Ia menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 September 2025, produksi padi di Banten meningkat 15,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa program peningkatan produktivitas pertanian berjalan dengan baik.

“Kita patut bersyukur, produksi padi Banten Januari sampai Oktober naik 15,6 persen. Ini menandakan apa yang kita lakukan sudah menukik tajam dan menjawab tujuan serta sasaran daerah, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi dan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Agus juga menjelaskan bahwa sejumlah lahan tidak produktif kini telah dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif, termasuk kerja sama dengan aparat kepolisian untuk membuka lahan jagung seluas 750 hektare.

“Kita berkolaborasi dengan Polda Banten untuk pengembangan jagung non-sawah. Ini bagian dari langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan,” katanya.

Laman: 1 2 3