Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Gol Cucurella Antar Chelsea Naik ke Zona Liga Champions Usai Bungkam MU

Gol Cucurella Antar Chelsea Naik ke Zona Liga Champions Usai Bungkam MU

Harapan Chelsea untuk berlaga di Liga Champions musim depan kian membumbung tinggi usai gol sundulan Marc Cucurella pada babak kedua memastikan kemenangan atas Manchester United di Stamford Bridge, Sabtu (17/5) dini hari WIB. (cr/x.com@cucurella3)

GELUMPAI.ID – Harapan Chelsea untuk berlaga di Liga Champions musim depan kian membumbung tinggi usai gol sundulan Marc Cucurella pada babak kedua memastikan kemenangan atas Manchester United di Stamford Bridge, Sabtu (17/5) dini hari WIB.

Bek sayap asal Spanyol itu dengan tenang mengarahkan umpan silang akurat dari Reece James untuk mengamankan tiga poin krusial yang mengantarkan Chelsea naik ke posisi keempat klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi The Blues untuk menjaga asa finis di lima besar, dengan kompetisi domestik menyisakan satu pekan terakhir. Sepanjang sebagian besar pertandingan, Chelsea dibuat frustrasi oleh perlawanan tim tamu. Namun, hasil ini membuat mereka kini unggul selisih gol atas Aston Villa dan satu poin di atas Manchester City yang berada di posisi keenam, meskipun The Citizens masih memiliki satu pertandingan sisa.

Meskipun Manchester United memiliki laga final Liga Europa yang krusial melawan Tottenham Hotspur pada Rabu mendatang, pelatih Ruben Amorim tetap menurunkan skuad yang kuat dalam lawatan ke London barat ini. Keputusan tersebut nyaris membuahkan hasil ketika Harry Maguire melepaskan tendangan voli spektakuler pada babak pertama, namun gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena offside.

Sebelum turun minum, giliran bek Chelsea, James, yang mengancam gawang United melalui sepakan melengkung yang membentur tiang kiri. Pada babak kedua, tuan rumah sempat mengira mendapatkan hadiah penalti ketika Tyrique George terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan kiper Andre Onana yang berusaha menghalau bola. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun keputusan tersebut dibatalkan usai tinjauan VAR menunjukkan Onana lebih dulu menyentuh bola.

Kendati demikian, kegembiraan publik Stamford Bridge pecah tak lama kemudian. James kembali menunjukkan kualitas umpannya dengan mengirimkan bola melengkung dari sisi kanan ke tiang jauh, yang disambut dengan sundulan terukur Cucurella tanpa bisa dihalau Onana.

Pada laga terakhir musim ini, Chelsea akan bertandang ke markas Nottingham Forest dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan di laga tersebut akan memastikan tempat mereka di Liga Champions musim 2025-2026.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi yang ke-18 bagi Manchester United dari 37 pertandingan Liga Primer musim ini, dan membuat mereka terpuruk di posisi ke-16 klasemen. Chelsea sendiri mengawali musim dengan sangat baik hingga sempat disebut sebagai kandidat juara, namun performa buruk di pertengahan musim membuat harapan mereka untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan sempat meragukan.

Namun, The Blues mampu bangkit di saat yang tepat dengan meraih tiga kemenangan beruntun pada akhir April, menghidupkan kembali peluang mereka untuk meraih tiket Liga Champions. Kekalahan 2-0 dari Newcastle United, rival dalam perebutan posisi lima besar, membuat kemenangan di laga kandang terakhir menjadi krusial untuk menjaga takdir Eropa mereka di tangan sendiri.

Laga ini tidak berjalan mudah bagi Chelsea. Krisis lini depan akibat cedera dan skorsing memaksa pemain akademi, George, untuk memimpin lini serang melawan United. Untuk waktu yang lama, absennya penyerang berpengalaman membuat finalis Liga Konferensi Eropa itu kesulitan membobol gawang Onana.

Namun, pada akhirnya, Chelsea menunjukkan determinasi yang lebih besar untuk meraih kemenangan. Setelah gol sundulan Cucurella, mereka bermain solid di lini belakang untuk mengamankan tiga poin berharga. Satu-satunya cara Manchester United untuk menyelamatkan musim yang mengecewakan ini adalah dengan menjuarai Liga Europa, yang juga akan memberikan mereka tiket ke Liga Champions.

Mengingat hal tersebut, cukup mengejutkan bahwa Amorim memilih untuk menurunkan skuad yang kuat dalam pertandingan ini. Sebelum laga, Amorim mengatakan bahwa ia ingin para pemainnya tetap berada dalam mentalitas kompetitif daripada beristirahat menjelang lawatan ke Bilbao.

Meskipun mampu memberikan perlawanan, performa Manchester United dalam laga ini kemungkinan tidak akan memberikan banyak kepercayaan diri menjelang laga final Liga Europa melawan Tottenham. Mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama dan baru mengancam melalui penyelamatan apik Robert Sanchez dari upaya Amad Diallo di penghujung laga.

Manchester United kini berada dalam tren tanpa kemenangan terpanjang mereka di Liga Primer, gagal meraih tiga poin dalam delapan pertandingan terakhir. Namun, performa mereka di Eropa jauh lebih baik dibandingkan di kompetisi domestik. Mereka mungkin bisa mengambil sedikit harapan dari hal tersebut, serta kabar bahwa Tottenham juga menuju final Liga Europa dengan kekalahan setelah ditaklukkan Aston Villa.