Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Gol Penalti Isak Selamatkan Newcastle dari Kekalahan di Markas Brighton

Gol Penalti Isak Selamatkan Newcastle dari Kekalahan di Markas Brighton

Alexander Isak menjadi penyelamat Newcastle United dari kekalahan setelah mencetak gol penalti di menit-menit akhir pertandingan melawan Brighton & Hove Albion di Amex Stadium pada Minggu,(4/5) Waktu setempat. (cr/Newcastle United)

GELUMPAI.ID – Alexander Isak menjadi penyelamat Newcastle United dari kekalahan setelah mencetak gol penalti di menit-menit akhir pertandingan melawan Brighton & Hove Albion di Amex Stadium pada Minggu,(4/5) Waktu setempat. Gol tersebut memastikan hasil imbang 1-1 setelah Brighton sempat unggul melalui Yankuba Minteh.

Pertandingan berjalan sengit dengan Newcastle berupaya keras untuk meraih poin di kandang lawan. Mereka bahkan sempat dihadiahi dua penalti oleh wasit, namun kedua keputusan tersebut dibatalkan oleh Video Assistant Referee (VAR).

Drama terjadi menjelang akhir pertandingan ketika wasit menunjuk titik putih untuk ketiga kalinya bagi Newcastle. Keputusan ini diberikan setelah pemain Brighton, Yasin Ayari, tertangkap kamera VAR menggunakan tangannya untuk menghalau tendangan bebas Fabian Schar. Setelah peninjauan yang cukup lama, keputusan di lapangan tetap berlaku, dan Isak dengan tenang mengeksekusi penalti, mencatatkan gol ke-23nya di liga musim ini.

Hasil imbang ini dianggap pantas bagi Newcastle yang tampil agresif sepanjang pertandingan. Setelah memecah kebuntuan di menit ke-28, Brighton hanya mampu melepaskan tiga tembakan tambahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Tuan rumah juga sempat meminta penalti ketika Matt O’Riley tampak dijatuhkan oleh Sandro Tonali, namun wasit Craig Pawson tidak menggubris protes tersebut. Di masa injury time, pemain pengganti Newcastle, Callum Wilson, nyaris memastikan kemenangan timnya, namun tendangannya berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Brighton, Bart Verbruggen.

Hasil imbang ini tidak terlalu menguntungkan bagi kedua tim dalam upaya mereka meraih tiket ke kompetisi Eropa. Brighton tetap berada di posisi ke-10, sementara Newcastle tertahan di peringkat keempat. Brighton sendiri datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan dramatis 3-2 atas West Ham United pekan lalu, mengakhiri catatan lima pertandingan tanpa kemenangan.

Namun, kepercayaan diri tersebut tampak tidak terbawa dalam laga kontra Newcastle. Mereka justru merasakan pil pahit setelah keunggulan yang sudah di depan mata sirna akibat penalti telat Isak.

Sebelumnya, Minteh menunjukkan ketenangan luar biasa di kotak penalti Newcastle untuk menciptakan ruang dan melepaskan tembakan melengkung yang indah ke sudut jauh gawang, mencetak gol keenamnya musim ini. Gol tersebut tercipta di tengah dominasi Newcastle. Pemain asal Gambia yang bergabung dengan Brighton dari Newcastle pada musim panas lalu dengan nilai transfer 30 juta poundsterling, setelah tidak pernah sekalipun bermain untuk The Magpies, tampak senang merayakan golnya di depan para suporter tim tamu, dengan menunjuk logo klub dan kemudian lapangan.

Setelah gol Minteh, Brighton baru mampu melepaskan tembakan lagi 52 menit kemudian, menunjukkan bagaimana Newcastle terus menekan dan mendikte jalannya pertandingan. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, melakukan sejumlah pergantian pemain, namun tidak mampu menemukan formula yang tepat untuk membawa timnya keluar dari tekanan, hingga akhirnya gawang mereka kebobolan di menit-menit akhir. Dengan tiga laga sulit tersisa melawan Wolves, Liverpool, dan Tottenham Hotspur, harapan Brighton untuk lolos ke Eropa mulai menipis.

Bagi Newcastle, pelatih Eddie Howe mungkin sempat frustrasi ketika dua keputusan penalti timnya dibatalkan oleh VAR. Keputusan VAR dalam kedua insiden tersebut dinilai tepat. Penalti pertama dianulir karena pelanggaran Tariq Lamptey terhadap Anthony Gordon terjadi di luar kotak penalti, sementara penalti kedua dibatalkan karena Joe Willock dianggap melakukan diving dan diganjar kartu kuning.

Namun, keberuntungan akhirnya berpihak pada juara Piala Liga tersebut pada percobaan penalti ketiga. Setelah peninjauan VAR yang cukup lama, Ayari terlihat jelas menggerakkan tangannya ke arah bola saat tendangan bebas Schar mengarah ke gawang. Isak, dengan ketenangannya, sukses mengeksekusi penalti di menit-menit krusial, mengecoh Verbruggen dan memastikan satu poin bagi timnya.

Gol ini menjadikan Isak sebagai pemain Newcastle pertama yang mencetak 23 gol dalam satu musim Liga Primer sejak legenda klub, Alan Shearer, melakukannya pada musim 2001-22. Brighton sendiri tidak akan bisa banyak protes jika Newcastle berhasil mencuri tiga poin, terutama setelah peluang emas yang didapatkan Wilson di menit keenam injury time.

Hasil imbang ini akan meninggalkan perasaan campur aduk bagi Newcastle, yang sebelumnya meraih enam kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka di liga. Kemenangan di laga ini bisa saja membawa mereka naik ke posisi ketiga, namun kekalahan akan menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka untuk kembali ke Liga Champions musim depan, mengingat tiga laga terakhir mereka adalah melawan Chelsea, Arsenal, dan Everton.

Laman: 1 2