“Alhamdulillah, tadi kita banyak dapat masukan untuk memperkuat program sekolah gratis agar bisa menyasar ke ponpes. Kami akan pelajari dan kembangkan supaya manfaatnya dirasakan lebih luas,” tandasnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Assa’adah, KH Mujiburrahman, menilai perkembangan teknologi harus dihadapi dengan kesiapan moral dan intelektual.
“Pondok pesantren harus melakukan sesuatu untuk menghadapi era ini. Kita tidak menolak teknologi, tapi jangan sampai dikendalikan oleh teknologi,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa santri modern harus mampu bersaing di bidang teknologi tanpa kehilangan nilai moralitas.
“Santri siap bersaing dalam perkembangan teknologi, tapi tetap mengedepankan moralitas, adab, dan nilai-nilai spiritual,” terangnya.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Andra Soni turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Jamaluddin, Kepala Biro Kesra Setda Banten Tb Rubal Faisal, serta sejumlah tokoh pesantren dan anggota legislatif dari Banten.

