GELUMPAI.ID – Belakangan ini, dunia hiburan Korea kembali dihebohkan dengan kontroversi yang menyeret nama aktor top Kim Soo Hyun dan mendiang aktris Kim Sae Ron. Isu ini makin panas setelah muncul tuduhan yang menyebut Kim Soo Hyun pernah menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron saat mendiang masih di bawah umur.
Spekulasi tersebut makin liar beredar setelah muncul potongan gambar dan klaim yang dianggap sebagai “bukti”. Reaksi publik pun terbagi dua—ada yang langsung memberikan hujatan, namun tak sedikit pula yang membela sang aktor.
Di tengah badai isu tersebut, fans Kim Soo Hyun memutuskan mengambil langkah hukum. Mereka menggugat pihak-pihak yang menyebarkan rumor demi melindungi reputasi sang aktor. Tapi sayangnya, usaha fans ini justru memicu kontroversi baru.
Fandom Kim Soo Hyun dikritik habis-habisan setelah ada dugaan bahwa beberapa anggotanya mengunggah komentar yang dianggap menghina Kim Sae Ron, bahkan setelah kepergiannya. Salah satu komentar yang menuai amarah publik adalah tentang guci pemakaman Kim Sae Ron yang dinilai “terlalu mahal” untuk seseorang yang disebut bangkrut.
Komentar itu dianggap sangat tidak sensitif dan tidak manusiawi, apalagi ditujukan kepada seseorang yang sudah meninggal. Netizen pun mengecam, “Mereka menggugat atas penghinaan ke Soo Hyun, tapi justru menghina orang yang sudah tiada?” dikutip dari KpopChart.net.
Nggak cuma itu, beberapa akun bahkan menyebarkan klaim palsu bahwa Kim Sae Ron terlibat dalam narkoba, dan menyebarkan rumor soal kebiasaannya berpesta saat masih di bawah umur. Bahkan, keluarga mendiang pun ikut diseret dengan tuduhan mencari keuntungan dari kepergian Kim Sae Ron.
Tentu saja semua tuduhan ini belum terbukti kebenarannya dan sudah masuk ranah yang sangat sensitif. Dalam hukum Korea Selatan sendiri, pencemaran nama baik terhadap seseorang yang telah meninggal tetap bisa diproses hukum, dengan ancaman hukuman penjara hingga dua tahun atau denda sebesar 5 juta KRW.
Kontroversi ini membuka diskusi besar soal batasan fanatisme, etika dalam menggunakan media sosial, serta pentingnya empati—terutama saat menyangkut seseorang yang telah tiada. Saat ini, publik masih menanti kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang, sementara suasana online pun masih panas dengan berbagai opini yang saling bertabrakan.

