GELUMPAI.ID – Seba Baduy merupakan salah satu ritual budaya paling sakral dan bermakna di Provinsi Banten. Tahun 2025, ritual adat ini kembali dilaksanakan dengan penuh keteguhan hati masyarakat Baduy.
Bermula dari Kanekes, mereka berjalan kaki menuju pusat pemerintahan di Rangkasbitung dan Serang, membawa pesan damai dan amanah leluhur ‘Kami titipkan hutan, kami titipkan gunung”. Sebuah pesan sederhana namun dalam maknanya tentang harmoni, kearifan lokal, dan tanggung jawab ekologis yang diwariskan turun-temurun.
Turut hadir dalam kegiatan tahunan ini organisasi ‘Banten Genius’ yang memberikan apresiasi dan dukungan nyata untuk masyarakat Baduy dalam menjalankan ritual adat. Meski baru berdiri, Banten Genius hadir bukan hanya dengan simbolik, tapi dengan tindakan konkret yaitu dengan menyediakan air mineral sebanyak 10 krat dan minuman kemasan bagi para warga Baduy yang menempuh perjalanan panjang dalam ritual Seba.
Upaya yang dilakukannya juga merupakan sebuah bentuk empati yang tak banyak disuarakan namun sangat terasa maknanya.
Ketua Umum Banten Genius, Yemmelia, saat ditemui disela-sela acara seba mengatakan, dukungan Banten Genius dalam Seba Baduy 2025 merupakan bentuk perhatian khusus kepada masyarakat baduy yang sedang menjalankan ritual adatnya. Yemmelia juga menilai, pelaksanaan Seba Gede tahun ini berjalan cukup lancar dan tertib.
“Kedepan masih ada beberapa hal yang mesti dilengkapi karena kita berharap tahun depan Seba Baduy dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Untuk itu semoga kemasannya dapat lebih dilengkapi,” ucap Yemmelia, Sabtu (3/5/2025).
Sementara itu, Sekjend Banten Genius Ahmad Yani, dalam momen Seba Baduy 2025 kali ini mengingatkan dalam menjaga tradisi tidak cukup dilakukan hanya lewat spanduk, seminar, atau festival tahunan namun butuh keberpihakan nyata, terutama saat pelakunya sendiri menjalankan ritualnya dalam kesunyian.
“Kita tidak bisa terus-menerus memanen citra dari budaya tradisional tanpa pernah hadir dalam proses keseharian mereka,” tuturnya.

