News
Beranda » News » Hamas Eksekusi Perampok di Gaza

Hamas Eksekusi Perampok di Gaza

GELUMPAI.ID — Hamas mengeksekusi sejumlah pelaku perampokan di Gaza. Aksi ini menyusul serangkaian penyerangan bersenjata terhadap toko makanan dan dapur umum.

Kelompok bersenjata menyerang fasilitas makanan di Gaza. Insiden ini terjadi sepanjang pekan ini.

Hamas menuding sebagian perampok bekerja sama dengan Israel. Mereka disebut mengancam warga dan merampas harta.

“Kami akan menghajar para pemberontak ini dengan tangan besi, mengambil langkah tegas untuk mencegah mereka, apa pun risikonya,” kata kementerian dalam negeri yang dikelola Hamas, Sabtu. “Kami tak akan biarkan mereka meneror warga, mengancam nyawa, dan mencuri harta mereka!”

Ismail Al-Thawabta, direktur kantor media pemerintah Gaza yang dikuasai Hamas, mengatakan beberapa perampok berlindung di bawah kelompok klan. Ada pula yang beroperasi sebagai geng terorganisir.

“Beberapa di antaranya mendapat dukungan langsung dari Israel,” ujar Al-Thawabta.

Menurut laporan dari The Jerusalem Post, Hamas telah melakukan eksekusi terhadap sejumlah “kriminal kelas kakap”. Mereka terbukti terlibat dalam aksi perampokan.

Warga Gaza melaporkan sayap bersenjata Hamas memberlakukan jam malam mulai pukul 21.00. Tujuannya membatasi pergerakan warga dan mengejar pelaku kejahatan.

PBB memperingatkan situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk. Wilayah ini hancur akibat kampanye militer Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

“Geng-geng itu, sebagian bersenjata, meneror warga, tak hanya mencuri makanan, tapi juga menghentikan orang di jalan, merampas uang dan ponsel mereka,” kata Ahmed, warga Kota Gaza yang enggan menyebut nama lengkap.

“Mereka membantu penjajah membuat kami kelaparan; mereka harus diperlakukan sebagai kolaborator,” ucapnya melalui aplikasi obrolan.

Hamas mengerahkan ribuan polisi dan pasukan keamanan di Gaza pasca-gencatan senjata pada Januari. Namun, kehadiran bersenjata mereka menyusut sejak Israel melanjutkan serangan besar-besaran pada Maret.

SAFA, media yang dekat dengan Hamas, melaporkan kementerian dalam negeri membentuk pasukan baru beranggotakan 5.000 personel. Tugas mereka menangani perampok dan geng bersenjata.

Laman: 1 2