GELUMPAI.ID — Hamas menyatakan tidak akan melanjutkan negosiasi gencatan senjata dengan Israel. Kelompok ini menyebut negosiasi tidak relevan di tengah “perang kelaparan dan pemusnahan” di Gaza.
Basem Naim, pejabat senior Hamas, mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk menghentikan “kejahatan kelaparan, kehausan, dan pembunuhan”. “Tidak ada gunanya berbicara soal gencatan senjata saat perang kelaparan berlanjut,” katanya!
Pernyataan ini menyusul pengumuman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut warga Gaza “akan dipindahkan” untuk operasi militer besar-besaran.
Hampir seluruh 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi berulang kali sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Blokade total Israel sejak 2 Maret memperparah krisis kemanusiaan.
Menurut laporan dari Al Jazeera, warga Gaza kesulitan mendapat makanan. Banyak yang terpaksa mengonsumsi makanan kadaluarsa atau busuk.
Palestine Red Crescent Society (PRCS) melaporkan stok makanan di Gaza telah habis. “Penduduk kembali berisiko tinggi menghadapi kelaparan,” ujar PRCS.
PRCS menyebut hanya sedikit kacang-kacangan yang tersedia untuk dapur umum. Seluruh bantuan yang sebelumnya disimpan telah lenyap.
Komite Palang Merah Internasional (ICRC) meminta akses bantuan kemanusiaan segera dibuka. “Kebutuhan warga sipil di Gaza sangat mendesak,” kata juru bicara ICRC, Christian Cardon.
Cardon menegaskan Israel wajib memenuhi kebutuhan dasar warga sipil sesuai hukum kemanusiaan internasional. “Israel harus menggunakan semua cara untuk memastikan kebutuhan terpenuhi,” ujarnya.
Awad, warga Khan Younis berusia 39 tahun, menggambarkan situasi mengerikan. “Israel tidak menghentikan perang, pemboman, atau kelaparan—bagaimana mereka bicara soal ekspansi militer?” tanyanya!
Aya al-Skafy, warga Kota Gaza, kehilangan bayinya akibat malnutrisi. “Bayi saya berusia empat bulan, beratnya hanya 2,8 kg, dan meninggal karena gagal organ,” ungkapnya.
Israel dilaporkan berencana membatasi distribusi makanan di Gaza. Rencana ini melibatkan perusahaan AS menggantikan PBB dan badan kemanusiaan.

