GELUMPAI.ID — Performa Lewis Hamilton bersama Ferrari kembali disorot tajam. Kini, muncul klaim mengejutkan: Ferrari merekrut Hamilton bukan karena performa, tapi sekadar keputusan branding.
Di musim perdananya bersama tim Kuda Jingkrak, Hamilton belum tampil meyakinkan. Meski sempat mencuri sorotan lewat kemenangan sprint race di Tiongkok, performa keseluruhan sang juara dunia tujuh kali masih di bawah ekspektasi.
Ferrari kerap kalah cepat dari McLaren dan Red Bull. Sementara itu, Charles Leclerc konsisten menunjukkan penampilan yang lebih tajam dibanding Hamilton.
“Apakah kamu kecewa atau tidak dengan performa Lewis di Ferrari, itu tergantung ekspektasimu,” ujar analis F1, Peter Windsor.
“Menurut saya, kalau Ferrari punya mobil juara dunia, yang akan juara tetap Leclerc, tapi Lewis bisa menang balapan,” lanjutnya.
Namun, menurut Windsor, saat ini Ferrari belum punya mobil selevel juara dunia. Leclerc mampu memaksimalkan potensi mobil, sementara Hamilton belum menemukan bentuk terbaiknya.
“Saya tidak kecewa soal itu. Itu sesuai dengan ekspektasi saya,” kata Windsor lagi.
Yang mengejutkan justru gaya balap Hamilton yang dinilai belum menyesuaikan. Ia dianggap belum ‘menjadi dirinya sendiri’ seperti di masa-masa emas bersama McLaren atau Mercedes.
“Dia masih terlalu banyak mengerem lurus, masuk tikungan terlalu lebar,” ucap Windsor.
“Kalau saya jadi Fred Vasseur, saya bakal bilang: ‘kenapa kamu begitu? Jadilah dirimu sendiri. Jadi seperti saat kamu di Formula 3, dengan insting rotasi mobil yang luar biasa, ke mana semua itu pergi?’”
“Saya tidak yakin Fred akan berkata begitu. Saya juga tidak tahu kenapa dia merekrutnya.”
“Saya rasa itu cuma keputusan branding yang bagus, mungkin,” ucapnya blak-blakan.
Lebih lanjut, Windsor meyakini bahwa Carlos Sainz, yang musim lalu dilepas Ferrari, bisa saja tampil lebih baik dari Hamilton jika masih ada di tim saat ini.
“Kalau Sainz di mobil itu, dia setidaknya akan tampil sama bagusnya dengan Lewis, bahkan bisa lebih baik. Dia mungkin lebih bagus di Suzuka,” katanya tegas.

