GELUMPAI.ID — Mantan Perdana Menteri Han Duck-soo mendesak kandidat presiden PPP, Kim Moon-soo, untuk menepati janji menggabungkan pencalonan. Hal ini disampaikan jelang pemilihan presiden 3 Juni.
Han, yang maju sebagai kandidat independen, berbicara kepada wartawan usai Kim mengkritik pimpinan PPP. Kim menolak tekanan partai untuk menyatukan kampanye.
“Seseorang yang tidak menepati janji untuk menyatu menunjukkan ketidaksopanan besar dan tidak hormat kepada rakyat yang peduli pada masa depan bangsa, ekonomi, dan kehidupan rakyat Korea Selatan,” kata Han di Gumi, 200 km tenggara Seoul, saat berkampanye di tempat kelahiran mantan Presiden Park Chung-hee.
“Jika dia memikirkan bangsa dan rakyat, saya meminta kandidat Kim Moon-soo menepati janji untuk segera memulai pembicaraan penggabungan jika menjadi kandidat PPP,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Korea Times, Han dan Kim bertemu Rabu malam untuk membahas penggabungan kampanye. Namun, pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan.
Han berencana kembali bertemu Kim pada Kamis pukul 16.00 atas permintaan Kim. Ia mempersingkat perjalanan ke wilayah tenggara untuk pertemuan ini.
Han juga menyindir Kim yang mengaku tidak berniat mendaftar resmi sebagai kandidat presiden sebelum batas waktu 11 Mei. Pernyataan Kim dianggap meremehkan langkah Han.
“Bilang dia tidak tahu mengapa Han Duck-soo maju sebagai kandidat presiden benar-benar menunjukkan kurangnya tata cara dasar,” ujar Han.
Desakan Han mencerminkan ketegangan di kubu konservatif. PPP berupaya menyatukan kekuatan untuk melawan kandidat DPK.
Pertemuan lanjutan Han dan Kim menjadi sorotan. Hasilnya akan menentukan strategi PPP ke depan.

