News

Hari Ke-122 Pemerintahan, Prabowo Tetap Pertahankan Kabinet Raksasa Yang Minim Perempuan

Siapapun aktivis perempuan memandang ini sebagai ironisme. Ini ironi di tengah upaya semua orang yang sedang mengedepankan kepemimpinan dan representasi perempuan dalam politik.

Harus kita sepakati bahwa kepemimpinan perempuan di sektor swasta maupun publik, sangat penting bagi kesejahteraan bangsa. Riset lembaga McKinsey tahun 2018-2021 mengatakan, kepemimpinan perempuan mampu menciptakan organisasi yang lebih sehat dan egaliter. Serta menghasilkan keputusan yang komprehensif dan inklusif karena melihat dari berbagai aspek.

Perempuan juga menempati posisi krusial dalam pembangunan berkelanjutan. Pasalnya, jumlah perempuan Indonesia hampir setengah dari total penduduk. Menurut data BPS per Februari 2023, jumlah perempuan Indonesia sebanyak 136,3 juta dari total penduduk 275,7 juta. Namun, kepemimpinan perempuan di tampuk tertinggi negara tampak masih jauh panggang dari api.

Meskipun pengarusutamaan gender sudah coba dihadirkan sejak 24 tahun lalu, nyatanya peran perempuan masih dikesampingkan, bahkan di pemerintahan baru. Peran perempuan mestinya menjadi kunci penting untuk memastikan setiap program pemerintah responsif terhadap kebutuhan spesifik perempuan dan kelompok rentan.

Rendahnya jumlah menteri perempuan kali ini menggambarkan cara pandang presiden terpilih. Pemerintahan Prabowo-Gibran, melalui jajaran kabinetnya, terlihat sangat maskulin dan patriarkal.

Oleh karena itu Ratu menilai Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran jadi contoh lain realitas pemerintahan yang maskulin. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan “bisakah kita memegang harapan akan adanya kebijakan yang inklusif dan adil gender?”

Seyogianya representasi perempuan di politik lebih baik dari yang terjadi saat ini. Perempuan harus lebih dipertimbangkan di kursi kabinet pemerintahan atas dasar keahlian dan kompetensi mereka di bidang yang ditunjuk. Bukan lagi sekadar karena afiliasi politik, atau bahkan hanya untuk memenuhi kuota representasi.

Keterwakilan perempuan bukan sekadar simbol; ia harus dibarengi pemikiran, ide, gagasan, nilai, dan tindakan yang nyata bukan hanya karena kedekatan keluarga atau daya titipan yang terasa.

Laman: 1 2