GELUMPAI.ID — Kelompok Houthi Yaman mengancam akan membalas serangan Israel. Peringatan ini menyusul pengeboman Israel di wilayah Yaman.
Anggota biro politik Houthi, Ali Al-Qhoom, menegaskan respons Yaman akan kuat. “Agresi Israel terhadap Yaman akan membawa konsekuensi berat bagi Zionis,” tulisnya di X.
Ia menyebut penargetan sipil menunjukkan kegagalan Israel. “Ini bukti ketidakmampuan, kekecewaan, dan kebingungan mereka,” katanya.
Al-Qhoom menegaskan serangan Israel tak akan menghentikan dukungan Yaman untuk Gaza. “Israel jangan bergembira, respons Yaman akan dahsyat,” tegasnya.
Lebih dari 30 pesawat Israel menyerang target di Yaman. Serangan ini balasan atas rudal Houthi ke Bandara Ben Gurion.
Menurut laporan dari Middle East Monitor, serangan menyasar kota pelabuhan Hudaydah. Setidaknya enam serangan udara dilakukan di wilayah barat Yaman.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengawasi serangan ini. Menteri Pertahanan Israel Katz juga terlibat dari Tel Aviv.
Militer Israel menjatuhkan 50 bom di Hudaydah. Serangan ini menargetkan pelabuhan dan sekitarnya.
Rudal dari Yaman sempat menghantam dekat Bandara Ben Gurion. Beberapa korban dilaporkan akibat insiden itu.
Sistem THAAD AS dan Arrow Israel gagal mencegat rudal Yaman. Militer Israel mengakui kegagalan ini.
Houthi mengumumkan blokade udara menyeluruh terhadap Israel. Langkah ini respons atas perluasan operasi militer Israel di Gaza.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, memperingatkan maskapai internasional. “Batalkan semua penerbangan ke bandara musuh kriminal demi keselamatan pesawat dan penumpang,” ujarnya.

