GELUMPAI.ID — Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan langka ke wilayah utara Israel. Mereka mengklaim rudalnya berhasil mencapai target di Haifa dan menyebabkan kepanikan.
“Rudal kami berhasil menembus sistem pertahanan musuh,” ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan resmi. Serangan ini disebut sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina di Gaza.
Dilansir dari Reuters, ini merupakan serangan pertama Houthi ke Haifa sejak perang Gaza meletus Oktober 2023. Kelompok itu biasanya menargetkan wilayah Israel selatan.
AS membalas dengan serangan udara ke sejumlah lokasi di Yaman. Sasaran termasuk peralatan telekomunikasi di Marib yang sebelumnya juga pernah dibom.
Houthi mengaku telah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper AS senilai $30 juta di Hajjah. Drone canggih ini bisa terbang selama 30 jam nonstop di ketinggian 12.100 meter.
Mengutip laman Al Jazeera, militer AS mengaku kehilangan satu drone tapi enggan berkomentar lebih jauh. Sejak Maret, AS telah melakukan serangan hampir setiap hari ke posisi Houthi.
Konflik ini memanas setelah Houthi mulai mengganggu jalur pelayaran internasional di Laut Merah. Mereka menyatakan blokade sebagai protes atas perang Gaza.
Sementara itu, Israel diketahui telah beberapa kali menyerang posisi Houthi di Yaman, termasuk di ibu kota Sanaa. Pertempuran ini memperluas cakupan konflik Timur Tengah yang semakin rumit.

