GELUMPAI.ID — Gerakan Ansar Allah (Houthi) di Yaman menyatakan gencatan senjata dengan Amerika Serikat tidak mencakup Israel. Pernyataan ini disampaikan juru bicara Houthi pada Rabu.
“Kesepakatan antara gerakan kami dan AS tidak melibatkan Israel,” kata juru bicara Houthi. Pernyataan ini menegaskan posisi mereka tetap menargetkan Israel.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengumumkan penghentian serangan udara ke Yaman. Ia menyebut Yaman berjanji menghentikan serangan terhadap kapal di Laut Merah.
Trump bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk membahas komitmen Yaman. Meski belum ada perjanjian resmi, AS menghentikan serangan sebagai imbalannya.
Menurut laporan dari Middle East Monitor, Trump mengisyaratkan pengumuman besar sebelum kunjungannya ke Arab Saudi, UEA, dan Qatar. Ia menyebutnya sebagai salah satu pengumuman terpenting dalam beberapa tahun.
Kementerian Luar Negeri Oman mengumumkan keberhasilan mediasi gencatan senjata antara AS dan otoritas di Sana’a. Tujuannya untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Iran menyambut penghentian “agresi AS” terhadap Yaman. Kementerian Luar Negeri Iran memuji keteguhan rakyat Yaman menghadapi agresi asing.
“Kami menyambut perkembangan situasi di Yaman dan penghentian agresi AS,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Arab Saudi juga mendukung gencatan senjata yang diumumkan Oman. Mereka menyebutnya langkah untuk melindungi navigasi dan perdagangan internasional.
Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan dukungan untuk solusi politik menyeluruh di Yaman. Langkah ini diharapkan membawa stabilitas bagi Yaman dan kawasan.

