News
Beranda » News » Houthi Yaman Serang Bandara Israel dengan Rudal Hipersonik

Houthi Yaman Serang Bandara Israel dengan Rudal Hipersonik

GELUMPAI.ID — Kelompok Houthi Yaman meluncurkan rudal balistik hipersonik ke Bandara Ben Gurion, Israel. Serangan ini sebagai solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.

Militer Israel mencegat rudal tersebut pada Jumat. Sistem pertahanan udara mereka berhasil diaktifkan.

Tidak ada laporan korban atau kerusakan. Pernyataan militer Israel memastikan situasi terkendali.

Serangan terjadi setelah Oman memediasi gencatan senjata antara AS dan Houthi. Houthi menegaskan kesepakatan itu tidak mencakup Israel.

Houthi juga mengklaim menyerang target vital Israel dengan drone. Juru bicara militer mereka, Yahya Saree, mengonfirmasi operasi tersebut.

Sirene serangan udara bergema di Israel tengah. Warga menerima peringatan dini melalui pesan ponsel.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut rudal Houthi sebagai “buatan Iran”. Ia berjanji akan membalas keras ke Yaman.

“Kami akan menyerang balik dengan penuh kekuatan,” kata Katz, dikutip dari Al Jazeera.

Serangan ini membuat ribuan warga Israel berlindung. Mereka berlari ke tempat perlindungan dan ruang aman.

Menurut laporan dari Al Jazeera, rudal Houthi sebelumnya sempat mengenai lokasi strategis di Israel. Ini menandai eskalasi serangan mereka.

Houthi telah menyerang kapal terkait Israel di Laut Merah. Aksi ini sebagai dukungan untuk Palestina.

Sejak 18 Maret, Houthi meluncurkan 28 rudal balistik ke Israel. Puluhan drone juga dikerahkan.

Israel melancarkan perang di Gaza sejak Oktober 2023. Lebih dari 50.000 warga Palestina tewas akibat serangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian serangan ke Yaman. Ini menyusul kesepakatan Houthi untuk tidak menyerang kapal AS.

Namun, Houthi terus menargetkan Israel. Sebagian besar serangan mereka berhasil dicegat tanpa kerusakan serius.

Perang Israel di Gaza dipicu serangan Hamas pada Oktober 2023. Konflik ini memicu reaksi global, termasuk dari Houthi.

Eskalasi Houthi menambah ketegangan di kawasan. Israel bersiap merespons dengan operasi militer lebih lanjut.