GELUMPAI.ID — Ketegangan perdagangan AS-Jepang menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski belum ada kesepakatan final, kedua negara mulai menyusun peta jalan penyelesaian sengketa.
Dikutip dari Japan Times, delegasi Jepang telah menerima 18 proposal tertulis dari mitra dagang. “Tim perdagangan Presiden Trump bergerak cepat untuk menyelesaikan kesepakatan,” ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.
Pasar merespons positif perkembangan ini. Indeks Nikkei melonjak 1,89% menyusul kenaikan S&P 500 dan Nasdaq di AS. Nilai dolar AS juga menguat.
Ryosei Akazawa, ketua negosiator Jepang, mengaku mulai melihat titik terang.
“Masih ada jarak yang cukup lebar antara kedua pihak,” katanya dalam konferensi pers. Ia menegaskan Jepang tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.
Pertemuan pekan lalu di Washington membahas tiga isu utama: pembiayaan pasukan AS di Jepang, impor mobil Amerika, dan defisit perdagangan AS. Trump disebut menginginkan defisit dagang nol dengan Jepang.
Jepang bersiap mengajukan proposal baru yang mencakup peningkatan impor kedelai, beras, dan LNG dari AS. Pemerintah juga mempertimbangkan melonggarkan standar keselamatan untuk kendaraan buatan AS.
“Kami terus menyampaikan fakta ketika ada kesalahpahaman dari pihak AS,” tegas Akazawa.
Ia mengaku kadang harus berkali-kali meluruskan persepsi yang keliru.
Tokyo memperkuat tim negosiasinya dengan menyertakan pejabat senior dari kementerian pertanian dan transportasi. Akazawa diperkirakan akan kembali ke Washington pada 30 April untuk babak negosiasi berikutnya.
“Kedua pihak ingin mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Itu sebabnya negosiasi semakin intens,” pungkas Akazawa.
Kedua negara berharap dapat menyelesaikan sengketa sebelum dampaknya semakin meluas ke sektor lain.

