GELUMPAI.ID – Hubungan unik antara Gianpiero Lambiase, race engineer Red Bull Racing, dan juara dunia Max Verstappen selalu menjadi sorotan di dunia Formula 1. Kombinasi gaya komunikasi mereka yang tegas namun saling percaya membuat banyak pihak kagum.
Lambiase dikenal dengan ketenangannya yang mampu merespons percakapan panas Verstappen di radio. Mantan engineer F1 Rob Smedley menyebut hubungan ini adalah kunci keberhasilan Red Bull.
“Tidak ada hierarki. Ini dua orang yang berusaha mendapatkan hasil terbaik bersama,” ujar Smedley dalam Red Flags Podcast.
Smedley menggambarkan dinamika engineer-pembalap sebagai hubungan tekanan tinggi. Kadang mereka saling kesal, tetapi lima menit kemudian semua kembali normal.
Tegas pada Verstappen
Menurut Smedley, Lambiase tak segan menegur Verstappen saat perlu. “GP mengatakan apa adanya, dan Max akan membalas dengan gaya yang sama,” katanya.
Smedley menambahkan bahwa Lambiase juga pernah meminta Verstappen meminta maaf ke tim. “GP berkata, ‘Kamu harus pergi ke garasi dan meminta maaf karena sikapmu tadi tidak dewasa’,” tuturnya.
Hal ini menunjukkan tingginya rasa saling percaya dan komitmen antara Lambiase dan Verstappen. “Keduanya saling bergantung dan percaya sepenuhnya,” tegas Smedley.
Promosi Besar untuk Lambiase
Di musim ini, Lambiase akan naik jabatan menjadi Head of Racing Red Bull, menggantikan Jonathan Wheatley yang keluar. Meski begitu, ia tetap akan menjadi suara pendamping Verstappen selama balapan berlangsung.
Dengan empat gelar dunia bersama, hubungan Lambiase dan Verstappen bukan hanya bukti kemitraan yang kokoh, tetapi juga standar baru dalam dunia Formula 1.
Sumber: CRASH

