Lebih lanjut, ICMI Banten memaparkan hasil mini riset mengenai capaian pembangunan di bawah kepemimpinan Andra–Dimyati.
Dalam sektor infrastruktur, program Banten Bagus melalui Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan Jalan Usaha Tani (JUT) disebut sebagai inisiatif strategis yang mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Pembangunan jalan sepanjang 12 kilometer di delapan titik serta proyek JUT di Wanasalam, Kabupaten Lebak, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas desa, menurunkan biaya logistik pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Banten,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, program Banten Cerdas dengan kebijakan Sekolah Gratis bagi SMA/SMK dan MA swasta dinilai sebagai langkah nyata meningkatkan akses pendidikan menengah.
“Hingga pertengahan 2025, lebih dari seribu sekolah telah bergabung dalam program ini. ICMI menilai kebijakan ini tepat untuk mengurangi beban biaya pendidikan, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah,” ungkapnya.
Dalam bidang kesehatan, program Banten Sehat juga menunjukkan kemajuan pesat.
Peresmian RSUD Irsjad Djuwaeli di Pandeglang, pembangunan fasilitas radioterapi di RSUD Banten, serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan lahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap kesehatan masyarakat dan generasi muda.
Sementara dalam tata kelola pemerintahan, Pemprov Banten mencatat prestasi dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kesembilan kalinya, serta mencapai rasio kemandirian fiskal 70,69 persen, tertinggi secara nasional.
“Capaian ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat akuntabilitas dan integritas birokrasi menuju pemerintahan yang bersih dan transparan,” ucapnya.
Meski demikian, ICMI Banten juga mencatat bahwa fase implementasi program di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu segera diatasi agar pelaksanaan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

