GELUMPAI.ID – Menyambut peringatan 80 tahun kemerdekaan Korea, film I Can Speak (2017) kembali hadir di layar lebar mulai 13 Agustus 2025.
Setelah delapan tahun, karya ini bukan hanya menjadi nostalgia bagi penonton lama, tapi juga tawaran segar bagi generasi muda, khususnya remaja yang belum sempat menontonnya di bioskop.
Film ini mengisahkan Na Ok-boon (Na Moon-hee), penyintas masa lalu kelam sebagai korban perbudakan seksual Jepang (jugun ianfu), yang kini berusaha menjalani hidup ceria.
Pertemuan tak terduga dengan Park Min-jae (Lee Je-hoon), pegawai pemerintahan tahun pertama, membawa keduanya dalam perjalanan emosional menyelesaikan “permintaan hidup” masing-masing.
Awalnya didistribusikan oleh Lotte Entertainment, hak distribusi I Can Speak beralih setelah kontrak berakhir dua tahun lalu.
Kang Ji-yeon, CEO Film Company Siseon, sebagai pemilik hak cipta menggandeng Mano Entertainment untuk mendistribusikannya kembali melalui tiga jaringan bioskop besar, termasuk CGV.
Menurut Mano Entertainment, jadwal pemutaran ini disesuaikan dengan momen Hari Kemerdekaan dan diharapkan menarik minat penonton remaja yang belum pernah menyaksikan versi layar lebarnya.
Fenomena ini sejalan dengan tren bioskop besar yang kini semakin aktif menayangkan ulang film-film lawas bernilai tinggi.
Lotte Cinema bahkan meluncurkan program “Jewel Discovery Project” untuk merilis ulang karya klasik seperti Jaws (versi 4K remaster, 1975) dan Roman Holiday (1955).
CGV pun memutar sejumlah film legendaris seperti Constantine (2005), Thelma & Louise (1991), Blue Gate Crossing (2002), Move (1993), dan Summer Garden (1994).
Meski begitu, proses membawa film lama kembali ke layar lebar tidaklah mudah. Contohnya, Megabox membutuhkan waktu dua tahun untuk meyakinkan Steven Spielberg agar Saving Private Ryan bisa tayang lagi di bioskop Korea.
Bahkan setelah berhasil, risiko kerugian tetap ada jika jumlah penonton tak memenuhi target.
Dengan persaingan ketat dari platform OTT yang sudah menyediakan banyak film klasik, nilai tambah utama re-release ada pada pengalaman menonton di layar besar.

