GELUMPAI.ID — IDF mengakui kegagalan menghukum tujuh prajurit Brigade Golani. Mereka mundur saat menghadapi lima penyerang Hamas di Pantai Zikim pada 7 Oktober 2023.
Rekaman video menunjukkan prajurit Golani mundur dari musuh yang lebih sedikit. Video ini diungkap dalam penyelidikan angkatan laut dan basis Zikim.
Kolonel IDF Tal Koritzky mengakui prajurit gagal bertindak sesuai harapan. Mereka seharusnya maju melawan musuh.
Prajurit melihat warga sipil di pantai saat Hamas menembak dari jarak 100 meter. IDF mengharapkan mereka melindungi warga sebagai tameng manusia.
Koritzky menjelaskan dua kemungkinan alasan mundurnya prajurit. Salah satunya, mereka melakukan retret taktis untuk posisi lebih tinggi.
“Mereka tidak lari karena takut, melainkan mencari posisi lebih baik untuk menembak,” kata Koritzky.
Prajurit tahu ada penyerang Hamas di utara dan selatan. Mereka khawatir dikepung meski unggul jumlah di depan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari The Jerusalem Post, prajurit mengaku tidak memiliki garis tembak jelas. Posisi awal mereka lebih rendah dari pantai.
Angkatan laut menembakkan peluru ke arah penyerang Hamas. Peluru nyaris mengenai prajurit Golani.
Prajurit tidak berkomunikasi dengan angkatan laut. Mereka mengira diserang Hamas dengan senjata berat.
Koritzky mengakui mundur adalah keputusan salah. Warga sipil ditinggalkan, menyebabkan kematian tambahan.
Satu prajurit terluka fisik dan diberhentikan. Satu lainnya mengalami gangguan mental dan diberhentikan.
Prajurit lain menyelesaikan dinas tanpa hukuman berat. Situasi 7 Oktober dianggap sebagai faktor keringanan.
Penyelidikan IDF baru selesai 18 bulan setelah kejadian. Keterlambatan ini dikritik sebagai kesalahan tambahan.
Empat hingga lima kapal Hamas mencapai pantai Zikim. Hanya 16 dari 38 komando laut Hamas bertahan.
Kibbutz Zikim tidak ditembus berkat peringatan dini angkatan laut. Tim keamanan lokal juga siap.
Kritik muncul terhadap kepemimpinan IDF. Banyak pejabat senior baru mundur setelah beberapa bulan.

