GELUMPAI.ID — Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Shin Bet menyerang beberapa teroris Hamas di Jabalya, Gaza utara. Operasi ini diumumkan pada Jumat.
Empat warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. Laporan ini berasal dari media Walla.
Sebelum serangan, IDF mengambil langkah untuk meminimalkan risiko terhadap warga sipil. Mereka menggunakan amunisi presisi dan pengawasan udara.
“Organisasi teroris secara sistematis melanggar hukum internasional,” kata militer Israel. “Mereka mengeksploitasi infrastruktur sipil dan penduduk Gaza sebagai tameng manusia.”
Intelijen tambahan juga dimanfaatkan dalam operasi ini. Tujuannya memastikan ketepatan sasaran.
Menurut laporan dari Jerusalem Post, Hamas menggunakan warga sipil untuk melindungi aktivitas teroris. Ini menjadi pola berulang dalam konflik.
Serangan dilakukan di wilayah yang dikenal sebagai basis operasi Hamas. Jabalya sering menjadi pusat ketegangan.
IDF menegaskan komitmennya untuk menargetkan teroris. Namun, mereka berupaya mengurangi dampak pada non-kombatan.
Konflik di Gaza terus memicu kontroversi. Isu penggunaan warga sipil sebagai tameng menjadi sorotan internasional.

