Ruang Getizen
Beranda » Ruang Getizen » Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Kesetaraan

Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Kesetaraan

Pendekatan yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah pendekatan pembelajaran mendalam. Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga secara holistik dan terpadu. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep secara bermakna, kemampuan berpikir kritis, refleksi serta penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Peserta didik tidak hanya menghafal tetapi mampu mengaitkan materi dengan pengalaman dan permasalahan sehari-hari. Dalam pendidikan kesetaraan, pembelajaran mendalam diimplementasikan dengan prinsip :

  1. Berpusat pada peserta didik
  2. Kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata
  3. Kolaboratif dan partisipatif
  4. Reflektif dan berkelanjutan
  5. Mengembangkan keterampilan abad 21 (4C yaitu creativity, critical thinking, communication, colaboration)

Menurut Wina Sanjaya (2008), pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang atau cara pandang terhadap proses pembelajaran, sedangkan strategi pembelajaran adalah rencana tindakan yang mencakup penggunaan metode dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tutor atau pamong belajar berperan sebagai fasilitator pembelajaran, motivator dan pendamping refleksi. Strategi pendekatan pembelajaran mendalam yang bisa diimplementasikan di kesetaraan adalah :

  1. Pembelajaran Kontekstual

Tutor/pamong belajar mengaitkan materi dengan  situasi nyata, seperti : Matematika (pengelolaan keuangan), Bahasa Indonesia (penulisan surat lamaran kerja), IPA (kesehatan reproduksi). Materi tidak disajikan secara abstrak, melainkan melalui studi kasus dan pertanyaan pemantik.

  1. Project Based Learning (PBL)

Peserta didik mengerjakan proyek nyata, misalnya produk pemberdayaan dan keterampilan yang berkelanjutan sehingga ketika peserta didik menyelesaikan pendidikan di kesetaraan selain mendapatkan ijazah diharapkan mereka mempunyai life skills yang bisa dipertanggungjawabkan dan pada akhirnya mampu membuat rencana usaha sederhana.

  1. Diskusi dan Refleksi

Misalnya berdiskusi berdasarkan pengalaman pribadi, melakukan refleksi tertulis atau lisan atas pembelajaran yang diperoleh dalam kelompok kecil untuk menganalisis masalah dan mempresentasikan hasil diskusi. Di sini tutor berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses berpikir, bukan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.

Laman: 1 2 3