Dari sisi nilai, AS berkontribusi 53% terhadap total impor LPG RI.
Seperti diketahui, pada awal April 2025, Pemerintahan Trump resmi menerapkan tarif resiprokal 32% terhadap sejumlah produk Indonesia.
Langkah itu diambil menyusul defisit perdagangan AS dengan Indonesia yang mencapai minus US$ 18 miliar pada 2024, menurut data Gedung Putih.
Sumber: CNBC Indonesia

