News
Beranda » News » India Hancurkan Rumah Warga Kashmir Pasca-Serangan Pahalgam

India Hancurkan Rumah Warga Kashmir Pasca-Serangan Pahalgam

GELUMPAI.ID — India merobohkan sedikitnya 10 rumah di Kashmir. Aksi ini menyasar terduga pemberontak pasca-serangan di Pahalgam.

Serangan pada 22 April menewaskan 26 orang. Warga setempat menyebut penghancuran rumah sebagai taktik Israel.

Perdana Menteri Narendra Modi memberi kebebasan operasional penuh kepada militer. Militer India melakukan penahanan dan penggerebekan massal.

Rumah Ehsan Ul Sheikh dihancurkan pada 24 April. Sheikh diduga bergabung dengan kelompok bersenjata Lashkar-e-Taiba.

“Ini bukan sekadar rumah, ini pengabdian seumur hidup ayah kami,” kata adik Sheikh.

Penduduk desa menangis di sisa reruntuhan. “Pasukan India mengepung desa saat gelap,” ujar Ashiq Ahmad.

“Tanah berguncang karena ledakan,” tambahnya.

Empat belas rumah lain di sekitar rusak parah. “Rumah ini hasil keringat saya,” keluh Ali Muhammad.

“Apa salah kami sebagai tetangga?” tanyanya.

Mengutip laman Middle East Eye, lebih dari 2.000 orang ditahan. Sekitar 1.000 rumah telah digeledah.

Srinagar kini sepi setelah wisatawan pergi. Protes warga meletus menentang pembunuhan.

“Pejabat India menghukum warga Kashmir secara kolektif,” kata Mohammad Junaid.

Putusan Mahkamah Agung India melarang penghancuran rumah. Shazada Bano kehilangan rumahnya di Anantnag.

“Jika dia bersalah, hukum dia, bukan kami,” ucapnya.

Rumah keluarga Jameel Ahmad Gojri juga hancur.

“Kami tak ingin bicara, siapa yang akan mendengar?” ujar anggota keluarga.

Di Kupwara, rumah keluarga Farooq Teedwa diratakan.

“Dia pergi 30 tahun lalu, mengapa kami dihukum?” tanya Muhammad Yaqoob.

Hafsa Kanjwal menyebut penghancuran rumah sebagai kejahatan perang.

“Ini taktik Israel untuk menekan rakyat,” tegasnya.

Shameema menyesalkan ketidakberdayaan warga.

“Kami hanya punya suara yang tak berdaya,” katanya.

Penghancuran rumah memicu ketakutan lebih luas. Warga khawatir kekerasan kolektif akan berlanjut.