News
Beranda » News » India-Pakistan Memanas, Perjanjian Air Dicabut!

India-Pakistan Memanas, Perjanjian Air Dicabut!

GELUMPAI.ID — India mengambil langkah drastis dengan menurunkan hubungan diplomatik dengan Pakistan. Ini menyusul serangan mematikan di Kashmir yang menewaskan 26 wisatawan, termasuk satu warga Nepal.

Menteri Luar Negeri India Vikram Misri mengumumkan penghentian sementara Perjanjian Air Indus 1960.

“Tindakan ini akan berlaku sampai Pakistan menghentikan dukungannya terhadap terorisme lintas batas,” tegasnya.

Dikutip dari Japan Times, perjanjian yang dibantu Bank Dunia ini selama puluhan tahun bertahan meski kedua negara kerap berkonflik.

Pencabutan berisiko memicu krisis air di Pakistan yang bergantung pada aliran sungai dari Kashmir.

India juga menutup satu-satunya perbatasan darat yang masih terbuka di Wagah. Semua visa warga Pakistan dibatalkan, dengan tenggat 48 jam untuk meninggalkan India.

Pakistan belum memberikan respons resmi. Namun Menteri Luar Negeri Ishaq Dar mengumumkan pertemuan darat Komite Keamanan Nasional untuk membalas tindakan India.

Serangan di Lembah Baisaran, Kashmir ini menjadi yang terparah sejak tragedi Mumbai 2008. Kelompok “Kashmir Resistance” mengklaim bertanggung jawab, namun India menuding mereka hanya kedok organisasi militan berbasis Pakistan.

“Kami prihatin atas tewasnya wisatawan,” ujar juru bicara Kemenlu Pakistan Shafqat Ali Khan.

Pernyataan ini kontras dengan sikap keras India yang menyebut Pakistan dalang di balik serangan.

Di Kashmir, protes meluas dengan yel-yel “Hentikan pembunuhan warga tak bersalah!” Mantan Perdana Menteri Jammu dan Kashmir Mehbooba Mufti menyatakan rasa malunya atas tragedi ini.

Langkah India ini menjadi pukulan bagi PM Narendra Modi yang sebelumnya mengklaim berhasil membawa perdamaian di Kashmir. Sektor pariwisata yang sedang tumbuh pesat kini kembali terancam.

Penerbangan tambahan disiapkan untuk evakuasi wisatawan dari Srinagar. Pasukan keamanan masih memburu empat pelaku yang mengenakan pakaian tradisional Kashmir, salah satunya dilaporkan memakai bodycam.

Konflik Kashmir telah merenggut puluhan ribu nyawa sejak 1989. Meski intensitasnya menurun belakangan ini, serangan terbaru membuktikan ketegangan masih mudah meledak.