Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Indonesia dan Uni Eropa Gaspol, Hadapi Manuver Trump!

Indonesia dan Uni Eropa Gaspol, Hadapi Manuver Trump!

GELUMPAI.ID – Pemerintah Indonesia mengajak Uni Eropa (UE) untuk mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) guna menghadapi ketidakpastian global akibat kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berpotensi memicu perang dagang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja bertemu dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis Eric Lombard di Paris untuk membahas kerja sama tersebut. Pertemuan ini akan dilanjutkan dengan rencana dialog ekonomi tingkat tinggi dalam kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada akhir Mei 2025 mendatang.

“Penyelesaian IEU-CEPA adalah momentum yang tepat saat dunia menghadapi ketidakpastian karena kebijakan luar negeri Presiden AS Trump,” kata Airlangga dalam pertemuan di Paris, Prancis, Rabu (5/3).

Airlangga menekankan bahwa perundingan IEU-CEPA telah berlangsung dalam 19 putaran selama 9 tahun. Penyelesaian perundingan ini diyakini akan menjadi langkah penting untuk memperkuat perdagangan dan investasi antarkawasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prancis yang mendukung penundaan implementasi European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) menjadi akhir 2025. Menurutnya, Indonesia selama ini selalu proaktif melakukan dialog bilateral terkait pelaksanaan EUDR.

“Dialog tersebut dapat menjadi ruang bagi Indonesia untuk dapat menyelaraskan kepentingan nasional dan interest pihak Uni Eropa,” tutupnya.

Menteri Lombard menyambut baik ajakan Pemerintah Indonesia. Ia menegaskan Prancis akan terus berdialog seraya menyiapkan konsesi keuangan untuk investasi proyek-proyek melalui CEPA. Lombard menilai CEPA mensyaratkan akses pasar yang kuat, atensi pada isu lingkungan, serta hubungan komersial yang tangguh.

“Indonesia negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN. Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ASEAN sangat penting bagi Prancis,” tutur Lombard.

Prancis selama ini juga menjadi pemasok peralatan militer bagi Indonesia, dengan transaksi mencapai 11 miliar euro. Harapannya, ada keseimbangan dengan perluasan perdagangan kedua negara di sektor lain.

Laman: 1 2