GELUMPAI.ID – Inflasi Israel menunjukkan penurunan pada bulan November, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Pusat pada Minggu (15/12/2024), meskipun tetap berada di atas target pemerintah dan kemungkinan belum cukup untuk mendorong kebijakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Angka inflasi tahunan Israel tercatat turun ke 3,4% pada November, level terendah sejak Juli, dibandingkan dengan 3,5% pada Oktober dan setelah mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir yakni 3,6% pada Agustus. Meskipun sedikit lebih rendah dari perkiraan 3,6% dalam jajak pendapat Reuters, angka ini masih melebihi target inflasi tahunan pemerintah yang berada di kisaran 1%-3%.
Para pejabat pemerintah banyak menyalahkan masalah pasokan terkait perang sebagai penyebab lonjakan inflasi sepanjang tahun lalu, meskipun tekanan harga sudah mulai mereda secara global.
Indeks Harga Konsumen (CPI) pada November mengalami penurunan lebih besar dari yang diperkirakan, yaitu 0,4% dibandingkan dengan Oktober, akibat penurunan harga barang kebutuhan pokok, transportasi, sepatu, serta pendidikan dan hiburan. Penurunan ini hanya sebagian diimbangi oleh kenaikan harga sektor perumahan, pangan, dan pakaian.
Bank Israel, setelah memangkas suku bunga acuan pada Januari, tetap mempertahankan suku bunga tersebut pada pertemuan-pertemuan berikutnya di Februari, April, Mei, Juli, Agustus, Oktober, dan November. Keputusan ini didorong oleh ketegangan geopolitik, tekanan harga yang meningkat, serta kebijakan fiskal yang longgar akibat perang Israel dengan kelompok militan Palestina, Hamas.
Keputusan suku bunga berikutnya akan dilakukan pada 6 Januari 2025. Bank sentral Israel telah memperingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Harga sejumlah barang, seperti air, listrik, dan beberapa pajak, diperkirakan akan naik pada 2025.
“Data hari ini menunjukkan trajektori yang berbeda dibandingkan dengan bulan-bulan terakhir,” kata Yonie Fanning, kepala strategi Bank Mizrahi Tefahot.
“Meskipun kami mungkin tidak akan mendapatkan penurunan suku bunga lokal pada Januari, kami pasti mengharapkan perubahan dalam retorika pengumuman suku bunga (menjadi kurang agresif),” tambahnya.

