News
Beranda » News » Ini Kata Pedagang Rau Soal Potensi Besaran Sewa Rp1,7 Juta Jika Pembangunan Dibiayai Utang

Ini Kata Pedagang Rau Soal Potensi Besaran Sewa Rp1,7 Juta Jika Pembangunan Dibiayai Utang

Kondisi Pasar Induk Rau, Kota Serang.

GELUMPAI.ID – Rencana pengambilan pinjaman daerah atau utang ke bank oleh Pemkot Serang untuk membiayai pembangunan Pasar Induk Rau (PIR), masih belum pasti dilakukan.

Namun, kami telah menghitung besaran sewa potensial yang kemungkinan dibebankan kepada para pedagang, apabila pembayaran utang dan bunga itu dilakukan melalui hasil retribusi pedagang.

Dari hasil simulasi, besaran sewa yang berpotensi dibebankan kepada setiap pedagang setiap bulannya adalah sebesar Rp1.705.092, atau sebesar Rp20.461.111 per tahun.

Meski demikian, Perda Pajak dan Retribusi Daerah Kota Serang saat ini menarifkan sebesar Rp3 ribu per meter² per hari, bagi para pedagang yang berjualan di kios dengan luas sampai dengan 10m².

Sementara untuk tarif kios yang luasnya lebih dari 10m², dibebankan sebesar Rp5 ribu per meter².

Jika rata-rata luas kios di Pasar Rau berukuran 3x3m², maka uang yang dapat dikumpulkan dari pedagang adalah Rp27.000 per hari atau Rp821.250 per bulan atau Rp9.885.000 per tahun.

Kami mencoba bertanya kepada sejumlah pedagang yang menempati kios-kios eksisting di PIR, terkait potensi besaran sewa yang akan dibebankan kepada mereka, berdasarkan simulasi kami.

Rata-rata, mereka mengaku tidak sanggup dengan nominal itu.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pedagang baju yang ada di lantai 1 Pasar Induk Rau, sebut saja Jahroh.

Ia mengatakan, untuk saat ini dirinya sudah dipatok nominal sewa sebesar Rp1 juta per bulan, ditambah sejumlah penarikan retribusi lainnya.

“Bulanan Rp1 juta. Itu ditambah beberapa salar harian seperti kebersihan, parkir dan lain-lain,” ujarnya, Rabu 20 Agustus 2025.

Ia mengaku jika memang besaran tarif sewa bulanan nantinya sebesar Rp1,7 juta, maka dirinya tidak sanggup.

Apalagi, kondisi ekonomi saat ini sedang lesu, belum pulih sepenuhnya dari hantaman Covid-19.

“Kalau benar segitu mah saya nggak sanggup. Ini aja omzet bulanan hanya Rp3 juta, nggak sesuai sama penghasilan kalau segitu,” tuturnya.

Senada disampaikan oleh pedagang lainnya, sebut saja Romli. Ia juga berjualan pakaian di lantai 1 Pasar Induk Rau.

Laman: 1 2