GELUMPAI.ID – Kejatuhan Bashar al-Assad di Suriah memaksa Iran untuk menentukan langkah baru terkait hubungannya dengan negara tersebut. Meski Iran menegaskan tetap ingin menjaga hubungan dengan Suriah, mereka menekankan bahwa pendekatan kelompok oposisi terhadap Israel akan menjadi faktor penentu dalam hubungan masa depan.
Dilansir dari berbagai sumber, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa pihaknya mendukung “integritas teritorial Suriah” dan menegaskan bahwa rakyat Suriah yang seharusnya menentukan nasib mereka sendiri. Namun, Iran juga menekankan bahwa kedekatan dengan Israel akan menjadi faktor penting dalam keputusan mereka ke depan.
Hossein Salami, komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), mengungkapkan kepada para anggota parlemen bahwa tidak ada lagi pasukan Iran yang tersisa di Suriah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal ini tidak berarti bahwa kekuatan Iran di Suriah telah berkurang, karena pasukan Iran telah hadir hingga saat terakhir pemerintahan al-Assad.
Sejak perang di Suriah dimulai pada 2011, Iran telah mendukung al-Assad dengan mengirimkan pasukan, senjata, dan penasihat militer dari IRGC, dengan tujuan untuk mempertahankan kekuasaan al-Assad serta menjaga “poros perlawanan” Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Dalam beberapa hari terakhir, tekanan terhadap Israel semakin besar. Iran mengecam Israel atas serangan yang dilakukan terhadap infrastruktur Suriah, yang dilaporkan telah menghancurkan lebih dari 250 target di Suriah. Israel juga mengklaim bahwa pendudukan mereka di Suriah adalah untuk memastikan keamanan mereka, mengingat adanya elemen “ekstremis” yang berpotensi menguasai area perbatasan.
Iran juga mengungkapkan kekhawatirannya melalui sebuah surat ke Dewan Keamanan PBB, mengecam serangan terhadap kedutaan besar Iran di Damaskus. Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menambahkan bahwa serangan terhadap kedutaan tersebut menyebabkan kerusakan parah, termasuk pencurian dokumen dan penghancuran arsip.
Walau demikian, Iran tidak secara langsung menyebutkan kelompok mana yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun video yang beredar menunjukkan bahwa beberapa orang sipil juga terlibat dalam aksi tersebut. Saat ini, belum ada kepastian kapan misi diplomatik Iran di Suriah akan dibuka kembali.

