“Karena di tubuhmu banyak setannya,” tulis @kkj***.
“Mbaknya introspeksi kenapa zamzam susah masuk di tubuh mbak? Padahal itu air terbaik bagi umat Islam. Kalau nggak cocok di lidah, nggak usah diposting,” komentar @dit***.
Ada pula komentar yang datang dari warganet non-Muslim yang membandingkan pengalaman mereka meminum air zamzam. “Saya non-Muslim pernah dikasih air zamzam. Rasanya segar dan nggak ada masalah. Ini orang kenapa, sih?” ujar @the***.
Di tengah berbagai komentar negatif, beberapa warganet juga berusaha memberikan pandangan yang lebih netral. “Mungkin dia kaget sama rasa airnya yang beda dari ekspektasi. Tapi tetap aja, hati-hati kalau mau posting hal sensitif,” tulis @cit***.
Kontroversi ini pun menjadi pengingat pentingnya menjaga sensitivitas dalam mengunggah konten, terutama yang menyangkut hal-hal sakral atau budaya tertentu.

