News
Beranda » News » Israel Ajukan Gencatan Senjata 45 Hari untuk Pembebasan Sandera

Israel Ajukan Gencatan Senjata 45 Hari untuk Pembebasan Sandera

GELUMPAI.ID — Israel mengajukan proposal gencatan senjata selama 45 hari di Gaza untuk memungkinkan pembebasan sandera dan membuka kemungkinan pembicaraan tidak langsung guna mengakhiri perang.

Sementara itu, Hamas yang telah menolak salah satu syaratnya—penyerahan senjata—mengatakan mereka sedang mempelajari rencana tersebut.

Menurut salinan proposal yang diperoleh Reuters, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum memberikan komentar langsung terkait rencana ini. Berikut adalah poin-poin utama dalam proposal tersebut:

  • Pada minggu pertama, Hamas akan membebaskan 10 sandera yang masih hidup sebagai imbalan atas 120 tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman seumur hidup dan lebih dari 1.000 orang Palestina yang ditahan sejak 7 Oktober 2023.
  • Pasukan Israel akan mundur ke posisi yang mereka kuasai di Gaza sebelum kesepakatan gencatan senjata yang asli runtuh pada 18 Maret, dan warga Palestina akan diizinkan untuk menyeberang melalui koridor Netzarim yang memisahkan Gaza utara dan selatan.
  • Distribusi bantuan kemanusiaan akan dilanjutkan, dan pekerjaan untuk membangun kembali infrastruktur akan dimulai.
  • Pembicaraan akan dimulai dengan mediator dari Mesir dan Qatar serta Amerika Serikat untuk membahas pengakhiran perang secara permanen.
  • Selanjutnya, Hamas akan memberikan bukti hidup dari sandera yang masih hidup dan sandera yang telah meninggal akan dibebaskan.

Sumber: Reuters