GELUMPAI.ID — Israel meningkatkan serangan di Yaman, menargetkan wilayah yang dikuasai Houthi, sementara Houthi bersumpah akan membalas. Eskalasi ini menyusul kesepakatan gencatan senjata AS-Houthi yang tidak melibatkan Israel.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada Selasa. Kesepakatan itu menghentikan serangan AS di Yaman dan serangan Houthi di Laut Merah.
Kesepakatan tidak mencakup serangan Houthi terhadap Israel. Kelompok ini berjanji melanjutkan hingga Israel mencabut blokade Gaza.
Israel menyerang bandara Sanaa dan pelabuhan Hodeidah baru-baru ini. Serangan itu menewaskan tiga orang dan melukai 35 lainnya, merusak infrastruktur sipil.
Menurut Al-Jazeera, strategi Israel bertujuan mencegah Houthi. Namun, analis menyebut serangan itu tak akan melemahkan tekad kelompok tersebut.
Biro politik Houthi mengeluarkan pernyataan. “Serangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tegas mereka!
Analis Yaman Nicholas Brumfield mengomentari situasi ini. “Houthi tidak menyerang kapal internasional,” katanya kepada Al Jazeera.
Hannah Porter, pakar Yaman lainnya, mempertanyakan tujuan Israel. “Tujuannya mencegah Houthi, tapi ini tujuan yang tidak realistis,” ujarnya.
Serangan Israel menghancurkan tiga pesawat sipil di Sanaa. Serangan ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di Yaman.
Lebih dari 18,2 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kekurangan pangan akut melanda 17,1 juta orang, dengan lima juta di ambang kelaparan.
Peneliti Yaman Raiman Al-Hamdani memperingatkan kondisi yang memburuk. “Menghancurkan dua pelabuhan utama adalah resep bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi,” katanya!
Israel mengklaim serangannya menargetkan kemampuan militer Houthi. Namun, Houthi telah bertahan dari serangan militer yang lebih kuat selama bertahun-tahun.
Keluwesan Houthi menggagalkan upaya Israel. Medan pegunungan Yaman utara menyediakan banyak tempat persembunyian.
Ketegangan antara Trump dan Netanyahu terlihat jelas. Netanyahu mengkritik pembicaraan AS dengan Iran, yang ia tuduh mendukung Houthi.

