News
Beranda » News » Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

GELUMPAI.ID — Pasukan Israel kembali meratakan bangunan warga Palestina di Tepi Barat. Sebuah gedung residensial di Beit Ummar dan dua rumah di Ni’lin dihancurkan Senin pagi.

Dikutip dari Middle East Monitor, militer Israel beralasan bangunan tersebut tidak memiliki izin konstruksi. Padahal, warga Palestina hampir mustahil mendapatkan izin bangun di zona C Tepi Barat.

Gedung tujuh lantai milik keluarga Alqam itu masih dalam tahap konstruksi. Lokasinya berhadapan langsung dengan permukiman ilegal Israel Karmei Tzur yang dibangun di atas tanah Palestina.

“Perintah pembongkaran sebenarnya baru berlaku dua bulan lagi,” ujar aktivis Mohammad Awad.

Dia menambahkan sepuluh bangunan lain di area itu juga terancam nasib sama.

Di Ni’lin, dua rumah keluarga Surour dihancurkan tanpa peringatan. Empat kepala keluarga tiba-tiba kehilangan tempat tinggal tanpa ditawarkan alternatif.

Data Palestinian Information Centre mencatat 5.939 kasus penghancuran properti Palestina sejak Oktober 2023. Angka ini menunjukkan eskalasi kekerasan sistematis Israel terhadap warga Palestina.

Penghancuran rumah menjadi senjata pembersihan etnis Israel di Tepi Barat. Setiap bulan, ratusan warga Palestina kehilangan tempat tinggal dengan alasan mengada-ada.

Komunitas internasional terus mengecam praktik ini sebagai pelanggaran HAM berat. Namun Israel tetap melanjutkan kebijakan diskriminatifnya tanpa konsekuensi berarti.

Krisis perumahan semakin parah di Tepi Barat. Banyak warga yang rumahnya dihancurkan terpaksa mengungsi atau hidup di tenda-tenda darurat.

Aksi protes marak terjadi di lokasi penghancuran. Namun pasukan Israel biasanya membubarkannya dengan kekerasan dan penangkapan massal.

Situasi ini memperburuk ketegangan di Tepi Barat yang sudah memanas sejak lama. Pembangunan permukiman ilegal Israel terus berlanjut sementara warga Palestina kesulitan membangun rumah.