GELUMPAI.ID – Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan bahwa mereka akan membentuk sebuah “zona pertahanan steril” di selatan Suriah. Hal ini menyusul serangan udara besar-besaran oleh Israel terhadap target-target militer Suriah yang terjadi dalam dua hari terakhir. Serangan ini merupakan respons Israel terhadap kekosongan kekuasaan di Suriah setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad.
Zona Pertahanan Steril Tanpa Kehadiran Tetap
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan pada Selasa bahwa pihaknya akan membentuk zona pertahanan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kegiatan teror di Suriah. Zona ini, menurut Katz, tidak akan melibatkan kehadiran permanen pasukan Israel, namun akan dijaga dengan serangan udara yang terus berlangsung. Meskipun tidak menjelaskan secara rinci, Katz menekankan pentingnya menjaga wilayah tersebut agar tidak digunakan oleh kelompok teroris.
Serangan Udara yang Masif
Dalam 48 jam terakhir, Israel melancarkan sekitar 480 serangan udara terhadap target-target militer utama di Suriah. Sasaran utama serangan ini termasuk stok senjata strategis, baterai pertahanan udara, dan pabrik produksi senjata yang tersebar di berbagai kota Suriah, termasuk di sekitar ibu kota Damaskus. Media Israel bahkan melaporkan bahwa serangan ini adalah operasi udara terbesar yang pernah dilakukan oleh angkatan udara Israel.
Laporan dari Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) menyebutkan bahwa Israel telah menghancurkan infrastruktur militer utama Suriah, termasuk bandara, gudang senjata, dan stasiun radar di seluruh wilayah Suriah. Ini menunjukkan bahwa serangan Israel kali ini lebih sistematis dan terarah, dengan tujuan untuk melemahkan kekuatan militer Suriah dan mencegah penggunaan fasilitas-fasilitas tersebut oleh kelompok-kelompok teroris.
Dampak Perubahan Kekuasaan di Suriah
Analisis yang disampaikan oleh Aron Lund, seorang analis Timur Tengah, menyebutkan bahwa Israel telah lama menyerang target-target yang terkait dengan Iran dan Hisbullah di Suriah. Namun, dengan tergulingnya Assad dan semakin terpinggirnya Rusia sebagai pendukung utama Suriah, Israel kini bisa menyerang tanpa batasan. Sebelumnya, Israel beroperasi dengan aturan yang telah disepakati bersama Rusia, namun kini situasi telah berubah total setelah jatuhnya rezim Assad.

