News

Israel Imposisi Zona Pertahanan ‘Steril’ di Selatan Suriah, Luncurkan 480 Serangan Udara

Sekarang, Rusia tidak lagi membatasi tindakan Israel, kata Lund, menyebut situasi ini sebagai “permainan bebas” di Suriah, di mana Israel sepenuhnya memanfaatkan kesempatan ini. Lund juga menyoroti bahwa komunitas internasional tampaknya tidak terlalu memperhatikan situasi ini, meskipun kritik mungkin akan muncul jika pasukan Israel bergerak lebih jauh ke selatan Damaskus.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan udara ini. Juru bicaranya, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa PBB tidak mendukung jenis serangan seperti ini karena dapat memperburuk ketegangan dan mengancam integritas teritorial Suriah.

Israel Memperluas Kehadiran di Golan

Selain serangan udara, Israel juga diketahui telah mengerahkan pasukannya ke zona penyangga dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang melanggar perjanjian gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 50 tahun dengan Suriah. Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera, mengatakan bahwa Israel memanfaatkan perubahan rezim di Damaskus untuk memperluas kehadirannya di wilayah tersebut, yang mungkin akan meluas ke luar Golan.

Israel menyebutnya sementara, tapi kita tahu apa artinya ketika Israel mengatakan sementara, ujar Bishara, mengingat bahwa dalam kasus Tepi Barat, status “sementara” tersebut sudah berlangsung hampir enam dekade.

Dukungan internasional terhadap tindakan Israel tampaknya semakin minim, dengan kelompok-kelompok seperti CAIR (Council on American-Islamic Relations) mengecam dukungan AS terhadap Israel meskipun serangan ini semakin intens. Mereka menegaskan bahwa rakyat Suriah berhak untuk membangun kembali negara mereka tanpa campur tangan asing atau kekerasan lebih lanjut.

Dengan serangan udara yang terus berlanjut dan pembentukan zona pertahanan steril, Israel jelas memanfaatkan perubahan besar di Suriah untuk memperkuat pengaruhnya di wilayah tersebut. Namun, langkah ini membawa dampak besar bagi stabilitas kawasan, dan krisis yang semakin dalam bisa semakin meluas, dengan dunia internasional yang tampaknya tak banyak berbuat untuk menghentikan eskalasi.

Laman: 1 2