GELUMPAI.ID — Israel mengecam maskapai AS yang menghentikan penerbangan ke Tel Aviv. Keputusan ini menyusul serangan rudal Houthi ke Bandara Ben Gurion akhir pekan lalu.
Kelompok Houthi dari Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Akibatnya, ribuan pelancong Israel terlantar di luar negeri.
Banyak maskapai internasional menghentikan penerbangan ke Israel. Langkah ini diambil pasca-serangan rudal tersebut.
Konsul Jenderal Israel di New York, Ofir Akunis, mengecam keputusan maskapai AS. “Ini mengirim pesan yang mengkhawatirkan, seolah menyerah pada terorisme,” katanya.
Akunis menegaskan pentingnya solidaritas dari sekutu. “Solidaritas harus ditunjukkan di saat sulit, bukan hanya di saat nyaman,” ujarnya.
Ia secara khusus mengkritik United Airlines. “Menghentikan penerbangan selama seminggu adalah tindakan yang tidak pantas,” tegasnya.
Menurut laporan dari Middle East Monitor, puluhan maskapai asing membatalkan penerbangan ke Israel. Pembatalan dilakukan dalam 24 jam pasca-serangan.
Ini kali pertama Israel secara resmi mengakui serangan rudal dari Yaman. Serangan itu berdampak langsung pada lalu lintas udara.
Akunis menyerukan respons tegas terhadap kelompok yang ia sebut sebagai organisasi teroris. Situasi ini memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.

