GELUMPAI.ID — Israel melancarkan sekitar 20 serangan udara di Suriah pada Jumat malam.
Pemerintah baru Suriah menyebut serangan ini sebagai eskalasi berbahaya.
Serangan menargetkan sejumlah lokasi militer di berbagai wilayah Suriah.
Badan berita Sana melaporkan serangan terjadi di dekat Damaskus, Latakia, Hama, dan Daraa.
Satu warga sipil tewas di Harasta, dekat Damaskus.
Empat orang lainnya terluka di dekat Hama.
Serangan ini dilakukan beberapa jam setelah Israel menyerang area dekat istana presiden Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan bertujuan mengirim pesan ke pemerintah baru Suriah.
Ia memerintahkan agar pasukan Suriah tidak dikerahkan ke selatan Damaskus.
Menurut laporan dari The Jerusalem Post, Israel juga mengklaim melindungi minoritas Druze dari ancaman kekerasan.
Ketegangan meningkat setelah bentrokan mematikan antara pejuang pro-pemerintah dan kelompok bersenjata Druze.
Bentrokan dipicu oleh rekaman audio yang ternyata palsu, yang diduga menghina Nabi Muhammad.
Sejak pemberontak menggulingkan Bashar al-Assad pada Desember lalu, Israel meningkatkan serangan di Suriah.
Serangan udara dan operasi darat besar-besaran telah dilakukan.
Pemimpin Israel berulang kali mengeluarkan ancaman terhadap presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa.
Pada Rabu, Israel melancarkan serangan drone di pedesaan sekitar Damaskus.
Militer Israel menyatakan kesiapan untuk menyerang target di Suriah jika kekerasan terhadap Druze berlanjut.
Druze di Suriah sebagian besar tinggal di Sweida, dekat perbatasan Yordania.
Mereka juga bermukim di pinggiran Damaskus.
Turki, sekutu dekat Damaskus, mengecam serangan Israel sebagai provokasi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan Israel tidak dapat diterima.
“Saya akan bertemu Presiden AS Donald Trump untuk membahas kebijakan di Suriah,” ujar Erdogan.
“Kami akan terus mencari kompromi yang masukbr />Israel telah mendesak AS untuk menjaga Suriah tetap lemah dan terpecah.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bersumpah perang di Gaza akan berlanjut hingga ratusan ribu warga Palestina dipindahkan secara paksa.

