GELUMPAI.ID – Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, mengungkapkan adanya dugaan peretasan sistem yang menyebabkan gangguan pada layanan JakOne Mobile sejak Sabtu, 29 Maret 2025. Meski terjadi insiden kebocoran dana, ia menegaskan bahwa dana milik nasabah tetap aman.
“Dugaan sementara, ada pihak ketiga yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Mereka memanfaatkan akses dengan level tinggi untuk masuk ke dalam sistem,” ujar Agus dalam sesi media gathering di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Agus menegaskan, dana yang mengalami kebocoran bukanlah dana milik nasabah, melainkan dana internal bank. Ia memperkirakan jumlah dana yang terdampak tidak melebihi Rp100 miliar. Saat ini, proses pemeriksaan forensik dan pemulihan sistem tengah dilakukan oleh lembaga yang telah ditunjuk secara resmi oleh Bank DKI.
Setelah dilakukan pemulihan, layanan perbankan melalui kantor cabang dan ATM telah kembali beroperasi normal sejak 7 April. Sementara itu, beberapa fitur di aplikasi JakOne Mobile seperti cek saldo, pembayaran, dan transfer antar-rekening Bank DKI tetap dapat digunakan oleh nasabah.
“Mudah-mudahan minggu ini atau paling lambat minggu depan seluruh layanan bisa pulih sepenuhnya. Kami akan terus memberikan pembaruan informasi,” tambah Agus.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa dana pihak ketiga (DPK) Bank DKI justru mengalami pertumbuhan meskipun terjadi insiden tersebut.
Sumber : LambeTurah

