News
Beranda » News » Jepang Buka Keran Impor Beras AS, Ada Apa?

Jepang Buka Keran Impor Beras AS, Ada Apa?

GELUMPAI.ID — Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan meningkatkan kuota impor beras AS sebagai bagian dari negosiasi perdagangan. Langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Japan Times, Jepang berencana menambah kuota impor minimal 70.000 ton beras AS bebas bea per tahun. Saat ini, Jepang mengimpor 770.000 ton beras secara bebas tarif berdasarkan kesepakatan WTO tahun 1995.

Trump kerap mengkritik sistem perdagangan beras Jepang, bahkan salah mengklaim tarif impor beras AS mencapai 700%. Padahal berdasarkan perhitungan terkini, tarif aktual hanya sekitar 227%.

Menteri Pertanian Taku Eto menyatakan kekhawatirannya.

“Kita harus pertimbangkan apakah bergantung pada impor beras, makanan pokok yang bisa kita produksi sendiri, benar-benar menguntungkan Jepang dalam jangka panjang,” ujarnya.

Harga beras domestik Jepang sedang mencapai rekor tertinggi. Pekan lalu, harga 5 kg beras di supermarket mencapai ¥4.217, lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya. Pemerintah sudah melepas stok beras darurat untuk menstabilkan harga.

Ryosei Akazawa, kepala negosiator tarif Jepang, menolak berkomentar detail.

“Ini menyangkut pertukaran diplomatik sensitif,” katanya.

Partai berkuasa LDP khawatir kebijakan ini akan mengurangi dukungan petani dalam pemilu mendatang.

Sebelumnya, Jepang pernah setuju membuka kuota impor beras serupa dalam kesepakatan TPP 2016. Namun AS keluar dari perjanjian tersebut setelah Trump terpilih.

Kebijakan impor beras menjadi isu sensitif di Jepang. Negeri Sakura sangat menjaga ketahanan pangan dan swasembada beras. Peningkatan impor berpotensi mengurangi produksi beras lokal.

“Apakah membeli dari luar negeri hanya karena lebih murah benar-benar solusi untuk ketahanan pangan jangka panjang?” tanya Eto lagi.

Pertanyaan ini menggambarkan dilema yang dihadapi Jepang antara kepentingan perdagangan dan ketahanan pangan.