News
Beranda » News » Jepang Nyatakan Perundingan Tarif Trump Tak Akan Tuntas Cepat

Jepang Nyatakan Perundingan Tarif Trump Tak Akan Tuntas Cepat

GELUMPAI.ID — Pemerintah Jepang mengatakan bahwa perundingan tarif dengan Amerika Serikat akan memakan waktu lebih lama, meskipun Presiden AS Donald Trump ingin segera mencapai kesepakatan. Menteri Pemulihan Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, mengatakan hal ini setelah kembali dari kunjungan ke AS.

Akazawa, yang juga menjadi negosiator utama tarif Jepang, menyampaikan bahwa meski Trump hadir dalam pertemuan tersebut, itu tidak berarti kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat.

“Kami tidak akan mencapai kesepakatan cepat,” ujar Akazawa dalam konferensi pers.

Pemerintah Jepang kini mempertimbangkan pelonggaran regulasi domestik di sektor otomotif, yang menjadi salah satu kritik Trump sebagai hambatan non-tarif terhadap penjualan mobil AS. Langkah ini bisa menjadi alat tawar dalam perundingan tarif.

Sejak awal Maret, AS telah memberlakukan serangkaian tarif yang menargetkan hampir semua impor dari berbagai negara. Mobil dan baja dari Jepang dikenakan tarif 25%, sementara barang lainnya dikenakan tarif 10%.

Jika perundingan tidak menunjukkan kemajuan yang memadai, tarif lebih tinggi bisa diterapkan pada bulan Juli mendatang, dengan tarif balasan sebesar 24% yang diberlakukan pada 9 April lalu. Tarif pada suku cadang mobil juga dijadwalkan mulai berlaku pada awal Mei.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Shigeru Ishiba menginstruksikan agar pemerintah mempercepat persiapan untuk putaran negosiasi tingkat menteri berikutnya.

“Saya memberikan instruksi untuk mempercepat pertimbangan dan koordinasi agar kemajuan konkret dapat tercapai,” ujar Ishiba.

Akazawa menekankan pentingnya mempertimbangkan langkah terbaik untuk kepentingan Jepang dan berjanji untuk berupaya maksimal dalam perundingan tersebut.

“Saya akan mempertimbangkan dengan seksama apa yang terbaik untuk kepentingan negara kita,” katanya.

Sumber: Japan Times