GELUMPAI.ID — Grand Prix Spanyol akhir pekan ini bukan sekadar balapan pertama MotoGP di Eropa sejak Barcelona 2023. Ini momen kunci untuk membaca peta kekuatan musim 2025.
Dilansir dari Crash, Davide Brivio, bos tim Trackhouse Aprilia, menyebut Jerez sebagai titik penting. Rookie Ai Ogura membawa Aprilia ke hasil terbaiknya musim ini dengan finis keempat di Buriram.
Namun, tiga balapan berikutnya kurang menggembirakan. Ogura hanya mencicipi satu top 10 per weekend. Sementara Ducati mendominasi dengan mengisi semua podium dalam delapan balapan.
“Jerez adalah tradisi MotoGP, dan kami senang kembali balap di Eropa,” kata Brivio. “Ini momen penting untuk memahami posisi kami musim ini.”
Ogura mengalami balapan tersulitnya di Qatar, finis ke-15. Tapi Jepang itu punya kenangan manis di Jerez, tempatnya menang Moto2 (2022) dan Moto3 (2017).
“Akhirnya kami tiba di Eropa,” ujar Ogura. “Jerez salah satu sirkuit favoritku. Aku tak sabar untuk mulai balapan di sini.”
Raul Fernandez, rekan setim Ogura, masih mencari terobosan. Pembalap Spanyol itu kesulitan mengejar Ogura dengan hasil terbaik finis ke-12.
“Pertama, aku ingin merasa nyaman dengan motor,” aku Fernandez. “Sekarang kami belum menemukan cara untuk jadi cepat. Ini krusial agar bisa maksimalkan potensi motor.”
Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia factory, memimpin klasemen dengan posisi ketujuh. Namun, ia hanya unggul tiga poin dari Ogura.
Pertarungan sengit antarpabrikan bakal makin panas di Jerez.

