GELUMPAI.ID — Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, mendesak pemerintah Suriah membebaskan dua komandannya. Keduanya ditahan tanpa penjelasan Minggu (21/4) malam.
Dalam pernyataan resmi Selasa (23/4), gerakan ini menyebut penahanan Khaled Khaled dan Yasser Al-Zafari dilakukan “tanpa klarifikasi”. “Kami tidak menyangka ini akan dilakukan saudara-saudara Suriah yang selalu menjadi tempat berlindung pejuang,” tulis pernyataan tersebut.
Dilansir dari Middle East Monitor, Jihad Islam menegaskan perlawanan Palestina telah berjuang melawan “musuh Zionis” di Gaza selama lebih dari setahun. “Kami berharap dukungan, bukan penahanan dari saudara Arab,” lanjut pernyataan itu.
Brigade Al-Quds menekankan senjata mereka hanya diarahkan ke musuh. “Tujuan utama kami adalah pembebasan total Palestina,” tegas mereka.
Mengutip laman Middle East Monitor, Jihad Islam termasuk sedikit faksi Palestina yang tetap bertahan di Suriah pasca-jatuhnya rezim sebelumnya. Ini pertama kalinya pejabat Palestina ditahan di Suriah, di mana lebih dari 13 faksi Palestina beroperasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Khaled bertugas menangani hubungan dengan Suriah, sementara Al-Zafari mengepalai komite organisasi. Penahanan ini memicu ketegangan baru dalam hubungan Palestina-Suriah.
Seperti yang dilaporkan oleh Middle East Monitor, beberapa faksi Palestina telah meninggalkan Damaskus dalam beberapa tahun terakhir. Namun Jihad Islam tetap setia kepada Suriah hingga kini.

